GAMKI Solo Peduli Pedagang dan Tukang Parkir di Solo

72
Generasi GAMKI Solo masuk ke pasar untuk membagi masker. Foto: ist.
GAMKI Solo peduli masyarakat. Foto: ist

Surakarta, tempusdei.id – Beberapa anak muda yang tergabung dalam Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Solo, Jawa Tengah, merasa tergerak nurani kemanusiaannya, sehingga membagikan masker kepada pedagang, pembeli dan tukang parkir yang berada di pasar Legi dan pasar Nusukan, terutama yang tidak memakai masker pada 8 dan 9 Juli 2020.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GAMKI Solo, Dina Widyastuti, lewat siaran pers yang diterima tempusdei.id, Rabu (15/7/2020) menyatakan, aksi sosial ini untuk menggugah kesadaran masyarakat dan mengajak masyarakat Solo khususnya yang berada di pasar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker sebagai pola hidup normal baru (new normal) saat berada di tempat umum untuk mengurangi terjadinya resiko penularan Covid-19.

Dalam siaran pers, dituliskan bahwa sejak dicabutnya status kejadian luar biasa (KLB) oleh Pemerintah Kota Surakarta dan mulai dilakukannya  penerapan new normal di berbagai tempat, banyak masyarakat mulai melakukan kegiatan normal seperti biasanya. Banyak tempat umum yang mulai dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, namun sangat disayangkan hal ini tidak diiringi kesadaran penuh dari semua masyarakat bahwa dengan diberlakukannya new normal bukan berarti mereka sudah terbebas dari ancaman virus korona.

“Jumlah orang yang terpapar virus masih bisa bertambah. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang abai akan hal ini termasuk juga mengabaikan protokol kesehatan yang harus diterapkan. Salah satu bukti yang jelas terlihat adalah masih banyak di antara masyarakat kota Surakarta yang tidak menggunakan masker saat pergi keluar rumah atau sedang berada di tempat-tempat umum. Maka dari itu edukasi mengenai penerapan prokol kesehatan masih perlu dilakukan”, kata Yohanes Suryo Nugroho, salah satu koordinator aksi.

Berdasarkan kondisi tersebut, sambung Dina Widyastuti, GAMKI Surakarta merasa terpanggil dan bermaksud melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sebagai wujud mengupayakan pencegahan penyebaran virus korona di masa new normal ini dengan cara aksi simpatik membagikan masker kepada para pedagang dan pembeli serta semua orang yang beraktivitas di pasar tradisional terutama yang tidak menggunakan masker. “Pasar tradisional dipilih sebagai tempat melakukan aksi karena pasar tradisional menjadi tempat yang rawan bagi penularan covid-19. Aksi ini dilakukan sebagai upaya menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker sebagai pola hidup normal baru saat berada di tempat umum untuk mengurangi terjadinya resiko penularan atau penyebaran Covid-19,” kata Dina Widyastuti, pendeta muda di Gereja Kristen Jawa Wisma Panembah Solo. (Felixianus Ali)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here