Seminari Santo Petrus Kanisius Mertoyudan Bidan Kelahiran Kepolisian Republik Indonesia

4292
Gedung Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang. Foto: ist
POLRI, kami bangga padamu.

Hari ini Kepolisian Republik Indonesia memperingati hari jadinya. 74 tahun lalu, tepatnya 1 Juli 1946 kepolisian dengan moto Rastra Sewakottama (Pelayan Utama Bangsa) ini lahir.  Tapi tahukah Anda kepolisian yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia itu lahir di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah? Patut dicatat bahwa Seminari Mertoyudan adalah salah satu sekolah khusus untuk para calon imam Katolik. Lantas, bagaimana kelahiran itu terjadi di seminari yang izin resminya dari Vatikan keluar pada tanggal 30 Mei 1912 untuk memulai pendidikan calon imam Katolik di Indonesia itu?

Sejarah mencatat bahwa setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, perang masih berkobar di mana-mana. Tersua dalam Wikipedia, pada tahun 1945, Jepang mengalami kekalahan dalam melawan Sekutu. Saat itu Indonesia mengambil kesempatan itu untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Pada tahun itu, gedung Seminari Mertoyudan ditempati oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Dari tanggal 17 Juni 1946 sampai dengan 18 Desember 1948, pada waktu revolusi fisik atau perang kemerdekaan, gedung Seminari Mertoyudan digunakan untuk tempat pendidikan Kepolisian RI. Dari angkatan inilah lahir Hoegeng Iman Santoso yang kemudian menjadi Kapolri (1968-1971).

Berdasarkan Keputusan Mendagri No 12/9/22 Tahun 1946 pada 17 Juni 1946 didirikanlah Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Seminari Menengah Mertoyudan. Adalah Bupati Kudus pada waktu itu, R Soebarkah yang ditunjuk sebagai Direktur.

SPN itu terdiri dari Sekolah Kader Kepala Bagian Tinggi (Pendidikan Komisaris Polisi) dan Pendidikan Kader Kepala Bagian Menengah. Gedung Seminari pada waktu itu digunakan untuk Sekolah Tinggi Bagian Menengah dan Tinggi Mertojudan (Sekolah Inspektur Polisi dan Akademi Polisi), Sekolah Komandan Inspestur Polisi (CI) angkatan pertama, Sekolah Komandan Reserse Polisi (Angkatan I & II), dan Sekolah Agen Polisi.

Dua pekan setelah SPN didirikan, pada tanggal 1 Juli 1946 secara resmi dibentuk Polri yang pada waktu itu bernama Djawatan Kepolisian Negara. Pada tanggal 1 Juli 1946 inilah, dibentuk SPN di Seminari Mertoyudan  dan tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bhayangkara.

Dirgahayu, Kepolisian Republik Indonesia. Teruslah mengabdi bagi Republik tercinta ini. Kami cinta dan bangga padamu. (tD/ dari berbagai sumber)