Gigit Keras-keras yang Salah, Jangan Gigit Orang yang Tidak Salah

52
Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi

Jakarta, TEMPUSDEI.ID – Di tengah kesulitan yang dialami masyarakat dan negara akibat mewabahnya covid-19, masih ada saja pihak yang mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri. Mestinya, pada masa-masa seperti ini, siapa pun harus mengarahkan perhatian dan energi untuk menyelamatkan bangsa. Terlebih karena daya jangkit dan imbas korona luar biasa. Korona bisa menjangkiti siapa saja.

Atas tindakan “cari untung” tersebut, Presiden perlu memberi warning. Presiden mengingatkan agar para penegak hukum, kejaksaan, kepolisian, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil tindakan tegas kepada para pelaku. Namun Presiden juga mengingatkan untuk tidak “menggigit” orang yang tidak salah dan tidak menyebarkan ketakutan kepada para pelaksana tugas. Presiden juga meminta agar aparat pengawasan internal pemerintah seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) fokus kepada pencegahan dan perbaikan tata kelola.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 yang dilaksanakan secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2020.

Kepala Negara menegaskan bahwa semua langkah pemerintah yang cepat dan tepat harus akuntabel. Lebih jauh, Presiden mengingatkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang harus dikelola dengan baik. “Angka ini Rp677,2 triliun adalah jumlah yang sangat besar. Oleh sebab itu, tata kelolanya harus baik, sasarannya harus tepat, prosedurnya harus sederhana dan tidak berbelit-belit, output dan outcome-nya harus maksimal bagi kehidupan seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Untuk itu, Presiden mengajak semua pihak yang hadir di Rakornas tersebut untuk mengawal dan mengawasi dengan baik agar dana yang sangat besar tersebut dapat membantu masyarakat dan para pelaku usaha yang sedang mengalami kesulitan. Presiden meminta agar para pengawas dan penegak hukum mengedepankan aspek pencegahan. “Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. Kita semuanya harus lebih proaktif, jangan menunggu sampai terjadinya masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan, jangan sampai pejabat dan aparat pemerintah dibiarkan terperosok. Bangun sistem peringatan dini (early warning system), perkuat tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya. (tD/PR)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here