Senin, September 20, 2021
Beranda Sastra

Sastra

Puisi Simply da Flores: Perawan Terluka Bermandi Darah

PERAWAN TERLUKA BERMANDI DARAH (Maria, Mater Dolorosa) Petir guntur misteri ilahi menyambar anak dara di siang bolong tanpa mendung angin dan hujan merobek jiwanya luka,hancur dan berdarah menikam jantungnya membuka lubang menganga sebuah mata air darah Dan..... Perawan sahaja anak dusun gadis lugu Nazareth itu mulai berlari bermandi darah berbalut sehelai kain putih polos...

Puisi-puisi Simply da Flores: Senja Pulang Merana dan Hujan tanpa Mendung

SENJA PULANG MERANA Di pantai ini sepi lengang senja sedang melangkah pulang suara azan syahdu berkumandang Aku melintas di pasir pantai, melangkahi hamparan sampah terbuang Dikembalikan ombak gelombang Nelayan tak ada yang lalu lalang Sakit derita air mata duka lara terhampar Semua pasrah seperti pasir pantai pada...

Kado Ulang Tahun untuk Bunda Maria: Pada Gadis Dusun Itu

PADA GADIS DUSUN ITU... Oleh Simply da Flores Mata raga tak mampu rangkul cahaya fajar Pesona jiwa tak bisa selimuti wajah indahnya purnama Tanya zaman tak usai mengkaji temukan jawaban tuntas bagi pikiran Bahkan kemanusiaan dalam diri Maria, sang gadis dusun itu pun hanya diam pasrah tak berdaya Misteri...

Puisi “Terukir Senyummu Abadi” untuk Koes Hendratmo

TERUKIR SENYUM ABADIMU Buat Almarhum Koes Hendratmo Oleh Simply da Flores Mas Koes Hendratmo, acara televisi sudah selesai engkau telah sampai bertemu Sang Seniman Ilahi Tapi, senyummu terus terukir di hati insan seluruh negeri suaramu tetap menggema dalam sanubari bangsa Mas Koes Hendratmo, engkau berpacu dalam melodi gerakkan rasa dan...

Senandung Sasando dan Lagu Jalan Sutra

SENANDUNG SASANDO Simply da Flores Denting dawai melodi jemari daun-daun lontar iringi jejak para pria perkasa naik turun di tangga langit menadah rezeki dari rahim angkasa Perempuan sahaja meneteskan peluh doa di sawah ladang pantai dan surut laut memohon nafkah hidup dari ibu bumi dan bunda samudera Para...

Puisi-puisi Simply da Flores: Amanah Pagi dan Sepasang Kamboja

AMANAH PAGI Jemari cahaya fajar belai wajah kuntum mekar kawanan ayam nanar mengais nasib berbinar Sisa kabut hujan kemarin melangkah pergi perlahan pekan baru penuh harapan burung bernyanyi berkejaran di dahan saksikan embun di dedaunan bisikan pesan bekal perjuangan setiap insan SEPASANG KEMBANG KAMBOJA Senyum pesona ceria menyapa dari balik...

Ketika Malapedho Berduka

Banjir bandang menerjang wilayah Kampung Wae Sugi-Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (3/9/2021) malam. Sebanyak lima rumah warga dilaporkan hanyut, dua orang dinyatakan hilang, serta seorang balita berusia empat tahun meninggal dunia. Atas bencana...

Penyair Menggugat Pesta Pora Pemerintah NTT di Tengah Pandemi

SEMARAK DI PANTAI SEMAU - FLOBAMORA Oleh Simply da Flores Anak Kampung Pulau Naga Warna-warni lampu gemerlap di Pantai Semau, depan wajah Kupang ibukota Propinsi NTT Ombak samudera mengempas sejuta tanya duka lara Pusaran arus Pukuafu terus membayangi ingatan rakyat Flobamora akan tragedi bencana Seroja dan Korona Peringatan...

Ketika Penyair Malu pada Semut

MALU PADA SEMUT Simply da Flores Direktur YA-HARMONI Pada teguk-teguk kopi pahit kutelan energi, namun tanyaku tanpa jawaban laksana pahit hitam pekat ampas kopi Mengapa di tanah ini pemeluk agama saling hina mencaci? Kutebar pada langit kepulan asap kretek segala penasaran agar dapat jawaban Apakah ini doa rindu...

Puisi-puisi Simply da Flores: Secangkir Kopi Flores dan Di Kaki Salib-Mu

SECANGKIR KOPI FLORES Jangan terlalu lama diaduk-aduk kopinya Biarkan jemari petani menari pada rezeki merah kuning hijau buah doa dan cintanya Nyanyian Robusta dan musik Arabika mengalun dari pelataran dada coklat hitam Aroma kopi Flores merasuk rasa dan membius jiwa raga Tambahkan gula susu jahe sesuai selera sukamu Aku terbiasa kopi saja hitam...

TERKINI

TERPOPULER