BIBIT – Cerpen Emanuel Dapa Loka
Hujan pertama setelah kemarau panjang turun semalam. Pagi itu tanah merah di halaman rumah masih basah. Bau tanah…
Hujan pertama setelah kemarau panjang turun semalam. Pagi itu tanah merah di halaman rumah masih basah. Bau tanah…
Cerpen Emanuel Dapa Loka Malam itu, Tommy menemukan dirinya yang sesungguh-sungguhnya. Atau mungkin, untuk pertama kalinya, ia berhenti…
Air hujan merembes melalui atap ilalang yang telah tua. Tikar pandan di ruang tidur basah. Malo menarik tubuhnya…
Malam itu Anas bertanya kepada suaminya dengan suara pelan. “Siapa perempuan itu?” Hanya sebuah pertanyaan. Tidak lebih. Namun…
Oleh Emanuel Dapa Loka Di sebuah kampung kecil yang panas, jauh dari gemerlap kota, melata sebuah keluarga. Hidup…
Berikut ini “bisikan hati” Genoveva Misiati Oetomo, Ibu dari Bimo Petrus Anugerah, korban yang tak pernah kembali dari…
Harno adalah siswa dengan kecerdasan yang diakui di SMA Tunas Ilmu, namun ia bergumul dengan sisi sensitif dalam…
Oleh Emanuel Dapa Loka Dari Italia, negeri Lo stivale, moyangmu berziarah ke Argentina, negeri “La Albiceleste untuk bertaruh…
Dia adalah gembala, yang tahu di dalam sana ada dombanya yang diam dalam sunya Dia juga tahu bahwa…
Oleh Emanuel Dapa Loka Fransiskus, Pausku Setelah melintasi 32.485 malam, kini ragamu berangsur letih, pneumonia mencengkeram paru-parumu yang…
Oleh Emanuel Dapa Loka, Penyair kambuhan Pada bening jiwa, Bung Karno, kami kini berkaca Pada hati dan luas…