
JAKARTA – Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Indonesia menegaskan pentingnya pelayanan Gereja dalam membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan generasi muda.
Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam perayaan Golden Jubilee 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (10/10).
Koordinator Kepemudaan Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik (BPN PKK) Indonesia, Bonaventura Feduoti Wisanggeni, mengatakan keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK) dalam komunitas dan pelayanan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi kehidupan profesional dan bermasyarakat.

Menurut dia, melalui seminar rohani, pendampingan komunitas, serta kesempatan menjadi pewarta dan pengajar, orang muda belajar mengembangkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan ketekunan.
“Pelayanan di Gereja ternyata menjadi sekolah kehidupan bagi anak muda. Di sana mereka belajar menjadi pribadi yang jujur, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama,” ujar Bonaventura.
Pengalaman tersebut dirasakan Angeline Vania (29), yang telah aktif dalam komunitas dan pelayanan selama sekitar 10 tahun. Keterlibatannya bermula ketika ia merantau untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan bergabung dengan komunitas mahasiswa Katolik.
Melalui komunitas tersebut, Vania mendapat pendampingan dan kesempatan memimpin berbagai kegiatan, termasuk retret mahasiswa. Ia belajar menghadapi perbedaan pendapat, menerima kegagalan, dan menjalani proses dengan tekun.
Kini, ia aktif sebagai pewarta dan pengajar OMK serta menjadi sekretaris panitia Golden Jubilee 2026.
Pengalaman serupa dialami Calvin Renato (34), yang telah terlibat dalam pelayanan selama sekitar 15 tahun. Sebagai perantau di Jakarta, ia menemukan dukungan dan pendampingan melalui komunitas. Pengalamannya memimpin kegiatan BPK Funwalk juga mengajarkannya mengelola perbedaan pandangan antargenerasi, mendengarkan masukan, dan menyelesaikan persoalan bersama.
PKK mulai berkembang di Indonesia pada 1976 dari persekutuan doa di Jakarta. Kini, gerakan tersebut telah berkembang menjadi 734 persekutuan doa di berbagai wilayah Indonesia.
Golden Jubilee 2026 mengusung tema “Roh Kudus, Api Evangelisasi” dengan target kehadiran sekitar 12.000 peserta. Rangkaian acara meliputi Goju Fair, pujian dan penyembahan, dialog, doa Rosario inkulturasi, adorasi, serta Misa Syukur konselebrasi.
Ketua Panitia Golden Jubilee 2026, Okie Imanto, mengatakan perayaan tersebut juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial. Panitia merencanakan subsidi silang bagi umat kurang mampu serta program pendampingan rohani bagi keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, dan orang muda.
Melalui perjalanan 50 tahun ini, PKK Indonesia berharap pelayanan Gereja terus melahirkan generasi muda yang berkarakter, mampu memimpin, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (tD)

