
Ada kebanggaan yang tak bisa disembunyikan dari Paroki Alam Sutera, BSD. Dari lingkungan Orang Muda Katolik (OMK), lahir seorang sosok muda yang kini bersinar di panggung nasional—bahkan bersiap melangkah ke tingkat dunia. Namanya Agnes Aditya Rahajeng.
Pada 24 April 2026, Agnes resmi dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2026, mewakili Provinsi Banten.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar, melainkan sejarah baru—ia menjadi perempuan pertama yang membawa mahkota Putri Indonesia untuk Banten.
Sebuah pencapaian yang langsung disambut dengan rasa bangga, tidak hanya oleh masyarakat Banten, tetapi juga oleh komunitas gereja tempat ia bertumbuh.
Bagi Paroki Alam Sutera, Agnes bukan hanya ratu kecantikan. Ia adalah bagian dari OMK—seorang anak muda yang aktif, terlibat, dan menghidupi nilai-nilai iman dalam keseharian.
Tak heran, ucapan selamat pun mengalir, termasuk dari Paroki Alam Sutera yang menyebutnya sebagai “OMK berprestasi tingkat nasional.” Sebuah pengakuan yang menegaskan bahwa prestasi dan spiritualitas dapat berjalan beriringan.
Tidak Asing
Agnes lahir pada 13 Januari 2000 di California, Amerika Serikat, sebagai anak bungsu dari pasangan Christoporus Harno dan Maria Ekawati.
Ia berasal dari keluarga yang tidak asing dengan dunia pageant dan industri kreatif. Bersama kedua kakaknya—Maria Rahajeng, Miss Indonesia 2014, dan Elizabeth Rahajeng, seorang fashion stylist—Agnes tumbuh dalam lingkungan yang kreatif, inspiratif, dan penuh dukungan.
Ketiganya dikenal sebagai “Rahajeng Sisters”, yang tak hanya berkiprah di dunia kreatif, tetapi juga aktif membangun platform bersama seperti Rahajeng Studio dan Rahajeng Closet.
Di balik karya-karya mereka, tersimpan kepedulian terhadap isu yang lebih besar: keberlanjutan lingkungan dan dampak sosial.
Predikat Cum Laude
Agnes sendiri menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan sejak 2018 dan lulus pada 2022 dengan predikat cum laude.
Perjalanan akademiknya tidak hanya membentuk kecerdasannya, tetapi juga memperkuat karakter dan arah hidupnya.
Bahkan, keputusannya untuk berkuliah di Tangerang turut membawa keluarganya pindah agar tetap dekat—sebuah bukti kuatnya ikatan keluarga dalam setiap langkahnya.
Menariknya, perjalanan menuju Puteri Indonesia tidak sepenuhnya linear. Agnes sempat mendaftar sebagai calon wakil Jawa Tengah, mengikuti akar keluarganya dari Blora.
Namun, melalui keputusan dewan juri di tingkat pusat, ia akhirnya ditetapkan mewakili Provinsi Banten—tanah tempat ia bertumbuh dan berkarya. Keputusan itu kini terbukti menjadi bagian dari sejarah besar.
Concern pada Isu Sustainability
Di luar dunia pageant, Agnes dikenal sebagai kreator konten yang aktif dan memiliki perhatian besar terhadap isu sustainability.
Melalui Rahajeng Closet, ia dan kedua kakaknya menginisiasi gerakan fashion sirkular—menjual produk baru dan preloved melalui konsep live shopping dan garage sale.
Hasilnya tidak berhenti pada transaksi, tetapi dialirkan untuk mendukung berbagai yayasan sosial: dari bantuan hukum bagi penyintas kekerasan, organisasi kesejahteraan anak, hingga lembaga kesehatan mental dan perlindungan hewan.
Langkahnya di ajang Puteri Indonesia 2026 pun terbilang gemilang. Ini merupakan kontes kecantikan pertama yang ia ikuti, namun Agnes tampil dengan kesiapan yang matang.
Sejak masa karantina, ia sudah mencuri perhatian dengan meraih penghargaan Busana Tradisional Terbaik dan Video Profil Terbaik.
Unjuk Kualitas
Di babak empat besar, Agnes menunjukkan kualitasnya melalui jawaban yang tegas, terukur, dan penuh percaya diri, mengungguli finalis dari berbagai provinsi besar. Hingga akhirnya, mahkota kemenangan disematkan sebagai simbol estafet kepemimpinan nasional.
Kemenangan ini semakin lengkap dengan diraihnya beasiswa pascasarjana di bidang Pembangunan Berkelanjutan dari Universitas Indonesia—sebuah pengakuan atas komitmennya terhadap isu yang ia perjuangkan.
Anak OMK
Namun lebih dari semua pencapaian itu, ada satu hal yang membuat kisah Agnes begitu istimewa, yakni akar komunitasnya.
Ia adalah bagian dari OMK, dari sebuah paroki, dari komunitas kecil yang membentuk nilai, karakter, dan imannya. Dari sana, ia melangkah—hingga mencapai panggung nasional.
Agnes Aditya Rahajeng bukan hanya Puteri Indonesia 2026. Ia adalah simbol harapan, kerja keras, dan dedikasi. Ia adalah bukti bahwa dari komunitas sederhana, lahir sosok luar biasa.
Dan bagi Paroki Alam Sutera, satu hal pasti: ini bukan sekadar kebanggaan—ini adalah inspirasi yang hidup.
Selamat, Agnes Rahajeng. Teruslah menjadi terang bagi banyak orang. (tD/FMS)

