
JAKARTA – Langit Jakarta tampak cerah dan bersahabat pada Sabtu pagi, 11 April 2026. Suasana itu seolah menjadi pertanda baik bagi para pengurus dan undangan yang hendak menghadiri Misa pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Gedung Vokasi, Kementerian Tenaga Kerja, Jalan Gatot Subroto.
Sejak pagi, para peserta datang dengan langkah ringan, menyambut momentum penting yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna kebangsaan dan spiritualitas.
Misa pelantikan dipimpin oleh Antonius Subianto Bunjamin selaku Ketua Presidium KWI, didampingi Yohanes Harun Yuwono, Uskup Agung Palembang, serta Romo Agustinus Heri Wibowo.

Dalam homilinya, Mgr. Anton menekankan pentingnya keterlibatan aktif kader PATRIA—yang merupakan bagian dari keluarga besar PMKRI—dalam kehidupan politik bangsa.
Bagi Mgr. Anton, partisipasi bukan sekadar hadir, tetapi juga berani memberi dukungan, kritik, dan masukan terhadap kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat luas.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah dinamika Indonesia saat ini. Dengan sumber daya manusia yang mumpuni, anggota PATRIA diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengarahkan bangsa menuju kesejahteraan bersama.
Tak hanya itu, Mgr. Anton juga menyoroti kepedulian ekologis yang diwujudkan secara konkret dalam kegiatan hari itu: setiap peserta menerima tanaman untuk ditanam di lingkungan masing-masing.
Langkah sederhana ini sejalan dengan semangat Gereja Katolik Indonesia yang tengah menggaungkan tema “Merawat Alam Ciptaan.”
Tampak sekali, yang dilakukan PATRIA menjadi refleksi nyata dari ajaran tersebut—bahwa iman juga harus diwujudkan dalam tindakan menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Perayaan misa semakin semarak dengan iringan lagu-lagu dari Lentera Choir Gereja Santa Theresia Jakarta, yang menghadirkan nuansa khidmat sekaligus hangat. Kehadiran musik liturgi itu menambah kekhidmatan sekaligus mempererat rasa kebersamaan di antara para peserta.
Ketua Umum DPP PATRIA, Agustinus Tamo Mbapa, menegaskan komitmen organisasinya sebagai ormas Katolik untuk berdiri di garis depan dalam membela kepentingan Gereja Katolik sekaligus mengawal perjalanan bangsa.
Menurutnya, peran tersebut dijalankan melalui peningkatan kualitas hidup dan pendidikan umat Katolik lewat kaderisasi yang berkelanjutan. PATRIA juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sembari tetap menjaga sikap kritis bila terjadi penyimpangan.
Usai misa, rangkaian acara dilanjutkan dengan dua sesi seminar yang digagas panitia di bawah koordinasi Fredy Batari. Sebelumnya, sesi motivasi dari Merry Riana berhasil menyuntikkan semangat baru bagi para peserta melalui penyampaian yang energik dan inspiratif.
Hari itu, PATRIA tidak sekadar melantik pengurus baru, tetapi juga meneguhkan arah: menjadi organisasi yang berakar pada iman, peduli pada sesama, dan aktif membangun Indonesia. (tD)

