Fri. May 22nd, 2026

Pemuda Katolik Jakarta Timur dan Sudin LH Perkuat Kolaborasi Atasi Krisis Sampah Jakarta

JAKARTA — Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Jakarta Timur bersama Seksi Kepemudaan Paroki Cijantung menggelar audiensi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur di Kantor Sudin LH Jakarta Timur, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret membangun sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin mendesak di ibu kota.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2026 yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan alam ciptaan sebagai tanggung jawab bersama umat dan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, isu krisis sampah Jakarta menjadi pembahasan utama. Ketergantungan Jakarta terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dinilai sudah tidak lagi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Kapasitas TPST yang terus mendekati batas maksimal memunculkan urgensi perubahan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Praktik open dumping atau pembuangan terbuka tanpa pengolahan disebut telah menimbulkan berbagai persoalan lingkungan serius, mulai dari pencemaran air tanah akibat air lindi hingga peningkatan emisi gas metana yang memperburuk perubahan iklim.

Kondisi tersebut mendorong perlunya pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan penguatan edukasi sejak dari sumbernya.

Ketua Pemuda Katolik Jakarta Timur, Alexsandro Kevin Yunior, menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar isu teknis, melainkan juga persoalan moral dan kemanusiaan.

“Keutuhan alam ciptaan merupakan panggilan bersama untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama. Persoalan sampah dan kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan masa depan generasi mendatang,” ujar Kevin.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempercepat penanganan sampah perkotaan. Menurutnya, Pemuda Katolik siap terlibat aktif dalam mengawal serta menyosialisasikan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 yang berfokus pada percepatan pengelolaan sampah terintegrasi dan penguatan regulasi lingkungan.

Sementara itu, Kepala Seksi Peran Masyarakat Sudin LH Jakarta Timur, Ali Yudho, mengapresiasi keterlibatan organisasi kepemudaan dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup. Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan di tengah meningkatnya tantangan lingkungan perkotaan.

“Jakarta Timur menghadapi tantangan serius terkait peningkatan volume sampah akibat tingginya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan permukiman. Karena itu, dengan kondisi tempat pembuangan akhir yang kian terbatas, pendekatan edukasi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi langkah penting untuk menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan,” kata Ali Yudho.

Melalui audiensi tersebut, kedua pihak berkomitmen membangun kerja sama jangka panjang melalui berbagai program edukasi lingkungan, seperti pemilahan sampah dari rumah tangga, pelatihan pembuatan kompos, hingga gerakan sosial berbasis masyarakat.

Turut hadir dalam audiensi itu Dewan Pembina Pemuda Katolik Komcab Jakarta Timur Beny Wijayanto, anggota Pemuda Katolik Komcab Jakarta Timur Agustinus, serta perwakilan Seksi Kepemudaan Paroki Cijantung. (tD/*)

Related Post