Fri. Mar 13th, 2026

Paroki Cilangkap Pelajari Biokonversi Sampah Organik melalui Budidaya Maggot di Bekasi

Kunjungan studi budidaya maggot ke pusat riset dan aplikasi biokonversi. (Ist)

BEKASI – Seksi Lingkungan Hidup bersama Seksi Pelatihan dan Pengkaderan Paroki Cilangkap melakukan kunjungan studi budidaya maggot ke pusat riset dan aplikasi biokonversi milik PT Maggot Lestari Indonesia di Site Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (9/3/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi program kerja Seksi Lingkungan Hidup Paroki Cilangkap tahun 2026 sekaligus rangkaian kegiatan menyambut Tahun Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2026 yang mengusung tema keutuhan ciptaan.

Rombongan paroki disambut oleh perwakilan perusahaan, Aloysius Bambang Kristiono Hadisoebroto, yang menjelaskan latar belakang berdirinya perusahaan serta pengembangan teknologi biokonversi menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF).

Menurutnya, teknologi tersebut menjadi salah satu solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus berpotensi menghasilkan pakan ternak dan pupuk organik.

“Sekitar 70 persen volume sampah di Indonesia merupakan sampah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kami senang Paroki Cilangkap datang untuk mempelajari biokonversi maggot sebagai sarana edukasi dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” kata Kris, sapaan akrabnya.

Mari belajar demi keutuhan ciptaan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga meninjau langsung proses budidaya maggot, mulai dari penetasan telur, pembesaran larva, hingga proses penguraian sampah organik rumah tangga menjadi bahan pakan.

Ketua Seksi Lingkungan Hidup Paroki Cilangkap, Thomas Sri Kuncoro Wahyu Wibowo, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran ekologis umat sekaligus praktik nyata dalam pengelolaan limbah.

Menurut Thomas, pengolahan sampah organik dengan maggot dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir serta menekan emisi gas metana dari limbah organik.

Sementara itu, Ketua Seksi Pelatihan dan Pengkaderan Paroki Cilangkap, Adrianus Dwitjahjo, menilai kegiatan ini berpotensi dikembangkan menjadi program pelatihan bagi umat.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan mendorong terbentuknya sistem ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah di lingkungan paroki.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan makan siang bersama dan diskusi informal antara peserta dan pengelola lokasi. Ke depan, tim Paroki Cilangkap berencana menyusun laporan serta rekomendasi sebagai tindak lanjut penerapan sistem biokonversi sampah organik di lingkungan paroki. (Beny Widjajanto)

Related Post