Wed. Nov 4th, 2026
DR (HC) Irwan Hidayat bersama Sido Muncul selalu berbagi.

REMBANG – Karimin (64) sempat khawatir ketika mengetahui dirinya menderita katarak. Warga Desa Jurang Jero, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu membayangkan operasi sebagai tindakan medis yang menakutkan.

Namun, kekhawatirannya sirna setelah menjalani operasi. Ia mengaku tidak merasakan sakit selama prosedur berlangsung.

“Terima kasih Sido Muncul, RS Keluarga Sehat Rembang, Perdami Jawa Tengah, dan pihak lainnya yang telah membantu kami. Operasi katarak telah saya jalani, tidak sakit, tak terasa apa-apa, sudah selesai,” tutur Karimin.

Karimin merupakan salah satu penerima manfaat bakti sosial operasi katarak gratis yang diinisiasi PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk Tolak Angin.

Kegiatan bertajuk “Tolak Katarak Bersama Tolak Angin” tersebut digelar secara hibrida di Kantor Pusat Sido Muncul, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan ini, perusahaan bekerja sama dengan RS Keluarga Sehat Rembang dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jawa Tengah, dengan sasaran operasi sebanyak 50 mata.

Pasien berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang dan sekitarnya, termasuk Pati.

Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat mengatakan, tantangan penanganan katarak saat ini berbeda dibandingkan ketika program operasi gratis tersebut pertama kali dijalankan. Dahulu, perusahaan kesulitan mencari pasien karena banyak penderita takut menjalani operasi. Kini, kesadaran masyarakat meningkat dan semakin banyak yang berminat.

“Sekarang masyarakat yang berminat operasi katarak banyak, tetapi pihak yang melakukan operasi katarak gratis masih sedikit,” ujar Irwan.

Menurut dia, program tersebut hadir untuk membantu masyarakat yang belum terjangkau layanan secara cepat. Karena itu, Sido Muncul terus menggandeng organisasi profesi dan rumah sakit di berbagai daerah.

Ia menyebut, program ini turut mengisi celah pelayanan yang belum sepenuhnya tertangani BPJS Kesehatan, terutama karena keterbatasan dokter dan kapasitas layanan di sejumlah wilayah.

Kolaborasi Sido Muncul dengan Perdami dalam program operasi katarak gratis telah berlangsung sejak 2011. Hingga 2026, lebih dari 57.000 mata telah menjalani operasi. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 724 mata.

Irwan menegaskan, kegiatan ini akan terus dilanjutkan karena katarak merupakan penyakit degeneratif yang kebutuhan penanganannya terus ada. Ia berharap, pulihnya penglihatan membuat pasien kembali mandiri dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari.

Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera dan PT Keluarga Sehat Coverall dr Benny Purwanto, MARS, PhEng, mengatakan, tantangan lainnya adalah menemukan penderita katarak dan menghubungkan mereka dengan fasilitas kesehatan.

“Pertama, penderita katarak belum tentu bisa ditemukan. Kedua, tidak tahu harus ke mana. Ketiga, kalau ada yang membantu mengurus operasi katarak ini, baru pasien itu datang,” katanya.

RS Keluarga Sehat Rembang menjadi salah satu fasilitas yang menyediakan layanan operasi katarak. Kegiatan bersama Sido Muncul dan Perdami ini merupakan bakti sosial operasi katarak gratis pertama sejak rumah sakit tersebut resmi dibuka pada 9 September 2026.

Rumah sakit itu telah dilengkapi dokter spesialis mata dan perangkat operasi dengan metode phacoemulsification, yang memungkinkan tindakan melalui sayatan relatif kecil.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Sido Muncul memberikan bantuan senilai Rp 160 juta. Bantuan diserahkan secara virtual dan simbolis oleh Irwan kepada Benny.

Direktur RS Keluarga Sehat Rembang dr H Irawan Sanjoto Putro, SpOG, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Kodim Rembang Arh Fahrudin mengatakan, Babinsa turut dilibatkan untuk membantu menjangkau warga yang membutuhkan. Kedekatan Babinsa dengan masyarakat memungkinkan mereka mengetahui keluhan dan kesulitan warga, termasuk dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Melalui pendampingan tersebut, warga yang membutuhkan diharapkan lebih mudah memperoleh informasi dan mengakses program operasi katarak gratis. (*/tD)

Related Post