
JAKARTA – Apresiasi demi apresiasi terus mengalir kepada Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. Kali ini, Irwan meraih Tatler Impact Awards 2026 kategori Business dari Tatler Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kiprahnya membawa warisan herbal tradisional Indonesia memasuki era modern, sekaligus memperluas pengakuan dunia terhadap industri jamu nasional.
Bagi Irwan, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas perjalanan bisnis yang telah dibangunnya bersama Sido Muncul. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi penanda bahwa jamu, yang selama ini lekat dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk modern yang dipercaya dan diterima di pasar global.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Executive Managing Director Indonesia–Malaysia Tatler Asia, Gerrie Beh, kepada Irwan Hidayat dalam acara Tatler Ball Indonesia di The St. Regis Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Irwan menyambut penghargaan itu dengan rasa syukur dan terima kasih. Ia memandang apresiasi tersebut sebagai bukti bahwa industri jamu tradisional Indonesia mampu bertransformasi, tanpa harus meninggalkan akar budaya yang menjadi identitasnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tatler Indonesia yang telah memberikan penghargaan kepada saya. Buat saya, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas bisnis yang berhasil mengubah nilai, dari jamu menjadi perusahaan dengan produk-produk yang mendunia dan diterima di seluruh dunia,” ujar Irwan.
Perjalanan Sido Muncul menunjukkan bahwa mengembangkan jamu di tengah persaingan industri modern membutuhkan lebih dari sekadar mempertahankan resep turun-temurun. Kepercayaan konsumen harus dibangun melalui kualitas produk, keamanan, pembuktian khasiat, serta konsistensi dalam memenuhi standar yang berlaku.
Bagi Irwan, aspek ilmiah menjadi fondasi penting dalam membawa jamu melangkah lebih jauh. Ia menilai, produk herbal tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman tradisional, tetapi juga harus didukung penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau ingin membuat produk jamu, tantangannya cukup besar. Pertama, karena ini obat herbal, produk harus berbasis ilmiah supaya khasiat dan keamanannya bisa dibuktikan dan dipertanggungjawabkan. Itu yang kami lakukan,” jelasnya.
Prinsip tersebut diterapkan Sido Muncul melalui pengembangan fasilitas produksi obat herbal dan berbagai penelitian di laboratorium farmakologi. Penelitian menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa klaim yang disampaikan kepada masyarakat sesuai dengan hasil pengujian.
“Sido Muncul selalu mengembangkan fasilitas produksi obat herbal dan melakukan berbagai penelitian melalui laboratorium farmakologi. Bagi kami, penelitian berperan penting untuk memastikan klaim produk sejalan dengan hasil pengujian. Kalau klaimnya A, hasilnya juga harus menunjukkan A,” tambah Irwan.
Selain memperkuat penelitian, Sido Muncul menerapkan standardisasi produk dan fasilitas produksi yang memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat bahwa produk herbal dapat dikembangkan dengan pendekatan modern, tanpa kehilangan identitasnya sebagai warisan tradisional Indonesia.
Upaya membawa jamu ke tingkat yang lebih luas juga dilakukan melalui keterbukaan informasi ilmiah mengenai tanaman herbal. Salah satunya dengan menghadirkan Sido Herbalpedia, sebuah platform informasi yang ditujukan bagi masyarakat umum, pelaku usaha jamu, UMKM, hingga kalangan kedokteran.
Melalui platform tersebut, informasi mengenai tanaman herbal diharapkan semakin mudah diakses dan dapat menjadi salah satu pijakan untuk mendorong penelitian serta analisis yang lebih komprehensif. Ketersediaan informasi ilmiah ini juga membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengenal potensi tanaman herbal Indonesia secara lebih mendalam.
Bagi industri jamu, langkah semacam ini menjadi penting agar pengetahuan tradisional tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Di sisi lain, penghargaan Tatler Impact Awards juga menyoroti pentingnya dampak bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan. Kepemimpinan Irwan dinilai sejalan dengan upaya membawa warisan herbal Indonesia ke era modern, meningkatkan pengakuan global terhadap industri jamu nasional, serta memberikan kontribusi melalui tanggung jawab lingkungan dan pengembangan masyarakat.
Bagi Sido Muncul, penghargaan ini menjadi dorongan untuk melanjutkan komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan budaya jamu. Sebab, tantangan ke depan bukan hanya memperluas pasar, melainkan juga memastikan jamu tetap relevan dan dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan gaya hidup.
Penghargaan yang kembali diterima Irwan juga memperlihatkan bahwa perjalanan Sido Muncul tidak semata-mata bertumpu pada pertumbuhan bisnis. Ada upaya untuk mempertemukan tradisi dengan ilmu pengetahuan, memperkuat kepercayaan konsumen, serta membawa potensi herbal Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional.
Tatler Impact Awards sendiri merupakan penghargaan bagi tokoh-tokoh berpengaruh yang dinilai memberikan dampak positif dan mendorong kemajuan di bidang masing-masing. Pada 2026, penghargaan ini juga diberikan kepada Christine Ay Tjoe dalam bidang Culture, Farwiza Farhan dalam bidang Social Impact, serta Prof. Dr. Herawati Sudoyo, PhD, dalam bidang Innovation.
Bersama para penerima penghargaan lainnya, Irwan mendapat apresiasi atas kontribusinya di bidang bisnis. Bagi industri jamu Indonesia, pengakuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menunjukkan bahwa warisan lokal dapat tumbuh menjadi kekuatan yang diperhitungkan dunia. (tD)

