
JAKARTA – Sejak pagi, Sabtu (31/10/2026), orang tua bersama anak-anak berkebutuhan khusus mulai berdatangan ke Aula Gereja Hati Kudus, Kramat, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk mengikuti perlombaan.
Namun, suasana yang terbangun lebih dari sekadar kompetisi. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk berjumpa dengan teman-teman yang memiliki pengalaman serupa. Para orang tua pun menemukan ruang untuk saling menyapa, berbagi cerita, dan menguatkan.

Di tempat itu, setiap anak mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Tidak ada tuntutan untuk menjadi yang terbaik. Keberanian tampil, kegembiraan berekspresi, dan kesempatan untuk berkarya justru menjadi hal yang paling berarti.
Suasana tersebut mewarnai UBK Got Talent, sebuah ajang yang digelar Forum Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus (FORTUNAS) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Panitia menyebut kegiatan ini sebagai Panggung Ragam Bakat Umat Berkarunia Khusus KAJ.
Melalui kegiatan ini, anak-anak berkebutuhan khusus (UBK) mendapat ruang untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan talenta. Mereka tampil melalui beragam bidang seni dan keterampilan, mulai dari menyanyi, menari, bermain musik, membaca puisi, hingga melukis.
Sisca Susilo, salah satu pendiri FORTUNAS, menegaskan bahwa setiap anak adalah pemenang. Para orang tua yang dengan segala perjuangan dan kesetiaan mendampingi anak-anak mereka juga merupakan pemenang.

Pandangan senada disampaikan Romo Albertus Dafidis Watan Lasa, OFM. Menurut dia, kesabaran dan kesetiaan orang tua dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus merupakan kemenangan tersendiri.
“Orang tua telah dengan sabar dan setia mendampingi anak-anak ini. Mereka telah jadi pemenang,” kata Romo Albertus.
Ruang bagi Talenta yang Beragam
Untuk menjangkau lebih banyak peserta, panitia membagi pelaksanaan lomba ke dalam tiga wilayah. Area Bekasi berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Gereja Santo Servatius, Kampung Sawah, dengan 43 peserta.
Area kedua berlangsung di Gereja Hati Kudus, Kramat, pada 31 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 32 peserta dari Dekanat Pusat, Barat 1, Barat 2, dan Utara. Sementara itu, area Tangerang dan sekitarnya dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di Gereja Santo Matius, Bintaro, dengan 39 peserta.
Di Kramat, peserta tampil tanpa banyak keraguan. Ada yang bernyanyi, memainkan piano, kecapi, dan drum. Ada pula yang menampilkan karya lukis dan tarian. Beberapa peserta bahkan menyampaikan prolog atau pesan penutup yang mengajak teman-teman dan orang tua untuk tetap sabar, bersemangat, dan menjadi pribadi hebat.
Ketua panitia, Rezza Regina, menjelaskan bahwa UBK Got Talent pertama-tama dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat tampil dan memperlihatkan kemampuan mereka.
Selama ini, menurut dia, anak-anak tertentu yang sudah dikenal biasanya mendapat kesempatan tampil, antara lain dalam peringatan Hari Disabilitas Nasional. Kehadiran UBK Got Talent diharapkan membuka kesempatan lebih luas sehingga bakat-bakat lain juga bermunculan.
“Anak-anak, tetap semangat. Kepada orang tua, kami juga mengimbau agar tetap semangat dan memberikan yang terbaik buat anak-anak. Kami berusaha memberikan wadah supaya anak-anak ini berkreasi dan menampilkan hasil-hasil kreasi mereka,” ujar Rezza.
Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya di Aula Haheho, Pusat Pastoral Samadi. Para pemenang dari ketiga area akan tampil bersama. Sejumlah peserta yang dinilai memiliki penampilan baik juga akan mendapat kesempatan mengisi acara mewakili wilayah masing-masing.
Pada perlombaan di Kramat, Attila Max Siolo meraih juara pertama melalui penampilan menyanyikan lagu Earth Song sekaligus bermain keyboard. Juara kedua diraih Sebastian Anggito Manalu yang membawakan lagu You’re My All in All. Sementara itu, Matthew Aurelius Budiman meraih juara ketiga melalui lukisan bertema Pertobatan Ekologis.
Untuk kategori grup, juara pertama diraih Komunitas Lovely Hands melalui tarian kreasi Mutiara Nusantara. Sementara itu, Kausar Excellio Jordan mendapat gelar juara favorit setelah menyanyikan lagu Bento sambil bermain keyboard.
UBK Got Talent menghadirkan pesan sederhana: setiap anak memiliki talenta yang layak diberi ruang. Ketika kesempatan itu terbuka, yang tumbuh bukan hanya keberanian untuk tampil, melainkan juga persaudaraan dan semangat untuk saling menguatkan. (EDL)

