Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Paroki Santa Maria Assumpta Homba Karipit, Sumba

G ereja perdana terbentuk atas panggilan dan inisiatif dari umat. Sejak awal, semangat gotong royong dan saling mendukung menjadi fondasi terbentuknya gereja. Tentu saja, karena karya Roh Kuduslah sehingga gereja bisa berdiri hingga saat ini.

Hal tersebut dikatakan Uskup Weetebula Mgr Edmund Woga, CSsR dalam ibadat peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Homba Karipit, Sumba barat Daya (SBD), NTT pada 19 April 2023. Dalam ibadat tersebut Uskup Edmund didampingi oleh Pater Sius Hukapati CSsR.

Uskup lalu memantik semangat kebersamaan dan jiwa gotong royong umat dengan mengatakan: bersama kita bisa! Dengan itu Uskup sangat berharap bahwa umat bahu membahu membangun gereja, bukan menunggu pastor dan donatur.

Uskup juga menekankan bahwa membangun gereja bukan sekadar kehendak manusia tapi kehendak Tuhan.

Senada dengan motivasi dari Uskup Weetebula, Pastor Paroki Pater Barnabas Bili Ngongo, CSsR dalam sambutan menyampaikan bahwa sebagai pastor, dia tidak sendiri karena ada Uskup, rekan imam dan umat yang selalu mendukung.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumba Barat Daya Christian Taka dan beberapa Kepala Dinas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati SBD menyampaikan bahwa gereja dan pemerintah selalu saling mendukung dalam karya di tengah umat dan masyarakat.

“Pemerintah SBD selalu mendukung kegiatan gereja termasuk di antaranya pembangunan rumah Tuhan,” kata Bupati.

Selaku ketua panitia pembangunan Ignas Dodok menyatakan tekadnya untuk berjuang sekuat tenaga agar pembangunan gereja selesai pada waktunya.

“Kami akan berjuang bersama-sama untuk gereja bisa berdiri dan selesai pada waktunya,” kata Ignas yang juga adalah Camat Kodi Utara ini.

Selaku penanggung jawab utama pembangunan gereja Yoseph Januar Uma Kalada atau dikenal dengan Ongko Akay merasa senang karena pastor paroki dan umat memercayainya untuk membantu proses pembangunan.

Ikut hadir dalam acara tersebut Hugo Rehi Kalembu (anggota DPRD Propinsi NTT), Heri Pemu Dadi (anggota DPRD Kabupaten SBD), Gustaf Tamo Mbapa (tokoh umat), Kepala Desa dan Dewan Pastoral Paroki.

Peletakan batu gereja seluas 30×50 m ini dilakukan secara simbolis oleh Mgr Edmund Woga CSsR, Christian Taka, Hugo Rehi Kalembu, Pater Barnabas Bili Ngongo CSsR, Gustaf Tamo Mbapa dan Ignas Dodok.

Informasi yang media ini dapatkan, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sebesar 5 miliar rupiah. Untuk pembangunan tersebut, panitia mengharapkan dukungan dan uluran tangan dari umat dan para donatur. (Laporan Romo Christo de Ngasi dan Gustaf Tamo Mbapa)