Tetap Semangat dengan Gereja Berdinding Bambu, Stasi Santo Zenon Dapat Kunjungan dan Sumbangan Speaker

Tahun lalu lahir sebuah stasi baru bernama Stasi Santo Zenon. Stasi ini mekar dari Gereja Stasi Mareda Wuni, Paroki Fransiskus Xaverius, Gollu Sapi, Kampung Mareda Kalada, Sumba Barat Daya, NTT.

Dengan segala keterbatasan yang mereka hadapi, umat di tempat ini berjuang memeliharan iman mereka dengan menghadiri Misa dan terlibat dalam aneka persekutuan.

Mereka menggunakan bangunan amat sederhana. Bangunan gereja mereka berdinding bambu, bangku dari papan dan kayu-kayu bulat dan merupakan hasil swadaya umat. Pada siang hari, mereka tidak perlukan bantuan cahaya listrik karena cahaya bisa leluasa masuk melalui celah-celah dinding.

Jumlah umat di stasi ini mencapai 200 orang. Mayoritas dari mereka adalah petani-petani kecil.

Mengetahui situasi dan kebutuhan saudara-saudari seimannya, pada 4 April 2023, Hugo Rehi Kalembu bersama rombongan mengunjungi mereka untuk memberikan peneguhan dan sumbangan speaker yang merupakan kebutuhan penting mereka, terutama dalam merayakan Trihari Suci Paskah.

Ketika mendapatkan kesempatan menyampaikan sesuatu, Hugo berpesan agar umat bersatu dan bahu-membahu mengembangkan gereja Stasi tersebut, tidak saja dari aspek fisik tetapi juga kehidupan menggereja itu sendiri.

“Umat harus bersatu untuk mengembangkan gereja. Apalagi ini gereja baru, yang membutuhkan partisipasi semua umat. Gereja bukan hanya soal fisik gedung gereja, tetapi gereja yang adalah umat itu sendiri. Hari ini saya sumbang speaker, supaya bisa digunakan saat trihari suci. Mudah-mudahan ada berkat sehingga ke depan bisa membantu bila gereja ini dibangun permanen,” jelas Hugo.

Kelompok Tenun dan Pandai Besi

Ekonomi Umat Stasi Santo Zenon bertumpu pada pertanian. Mayoritas ibu-ibu mengandalkan tenun. Ada pula yang merupakan pandai besi.

Hugo pada kesempatan tersebut juga mendorong umat untuk membentuk kelompok tenun sehingga kebutuhan kelompok bisa diperjuangkan demikian juga yang berusaha sebagai pandai besi.

Pembina umat Stasi Santo Zenon, Kristoforus Weru menyampaikan terima kasih kepada Hugo Kalembu dan rombongan yang sudah hadir dan memberi perhatian pada Stasi Santo Zenon.

“Saya selaku pembina umat menyampaikan terima kasih kepada Bapa Hugo, yang sudah hadir mengunjungi kami di Stasi Santo Zenon sekaligus memberikan bantuan. Kami tidak dapat memberikan apa-apa selain mendoakan langkah-langkah Bapa Hugo ke depan,” jelas Kristo. (Bene)