Mencuri Peralatan Makan di Pastoran dan Pengampunan

223

J ean Valjean, seorang napi di Perancis, divonis 19 tahun karena berbagai kasus kejahatan. Selama di penjara dia menjadi seorang yang sangat kuat dan tangguh secara fisik.

Setelah 19 tahun, dia bebas dari penjara, dan dia kesulitan mendapat tempat tinggal, tak ada keluarga, karena di masa itu orang tak mau berurusan dengan mantan napi.

Namun ada seorang Pastor yg menerima dia tinggal di rumahnya.

Suatu pagi, Valjean mengambil peralatan makan milik sang pastor yang terbuat dari perak lalu melarikan diri.

Keesokan paginya, si pastor terkejut karena 3 orang polisi mengetuk pintu rumahnya.

Mereka menangkap Valjean yang sedang berusaha menjual perak milik sang pastor.

Reaksi dari pastor ini mengejutkan mereka semua, terlebih Valjean.

Katanya, “Lho, kamu ini bagaimana sih? Untung kamu balik lagi ke sini. Kamu lupa ya, bahwa tempat lilin ini juga aku berikan buat kamu? Ambillah ini, juga dari perak, dan kalau dijual harganya 200 francs!”

Valjean terkesima, dia tak tau harus bicara apa. Si pastor ini meyakinkan para polisi bahwa Valjean tidak mencuri, itu semua adalah pemberiannya.

Setelah para polisi pergi, si pastor memberikan nasihat dengan pesan:
“Jangan lagi kembali ke masa lalumu, berjanjilah pada dirimu sendiri untuk memulai hidup yang baru.”

Valjean menangis sejadi-jadinya. Ternyata penjara 19 tahun tak dapat mengubah karakternya yang jahat menjadi manusia yang baik, tapi kasih dan pengampunan tulus sang pastor memberikan kekuatan penuh untuk dia berubah.

Setelah kejadian itu Valjean berubah total, seumur hidupnya dia menjadi orang baik dan membaktikan dirinya untuk melayani sesamanya.

Pengampunan adalah tindakan kasih, kemurahan dan anugerah dari orang yang disakiti.

Efesus 1:7-8: Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. (NN)