AHY: Pemilihan dengan Sistem Tertutup Melukai Hati Rakyat

107
AHY dalam pernyataan persnya usai Natal Nasional Partai Demokrat.

Dalam pertemuan Ketua Partai di Darmawangsa, Jakarta Selatan (8/1) siang, Ketua Umum Partai Demokrat AHY bersama tujuh partai lain dengan tegas menyatakan penolakan terhadap gagasan pelaksanaan Pemilu dengan sistem proporsional tertutup.

AHY kembali mengulangi penolakan tersebut kepada wartawan usai perayaan Natal Nasional Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta pada malam hari (8/10).

Menurut AHY, ide tersebut harus ditolak sebab merupakan kemunduran demokrasi.

Bagi AHY, rakyat memegang kedaulatan penuh. Sehingga kalau Pemilu dikembalikan ke sistem tertutup, maka rakyat tidak lagi memiliki hak untuk memilih pemimpinnya secara langsung.

“Dan ini melukai perasaan rakyat. Tidak boleh terjadi. Untuk itu Demokrat harus terus berada di depan untuk keadilan dan kedaulatan rakyat,” kata putra sulung Presiden ke-6 Indonesia itu.

Gustaf Tamo Mbapa dan Ketua panitia Natal Nasional Hendrik Sitompul mendampingi AHY.

Hal yang sama dikatakan salah satu kader muda Partai Demokrat Agustinus Tamo Mbapa atau Gustaf kepada tempusdei.id.

Lebih dari itu kata Gustaf, Indonesia harus makin maju dalam berdemokrasi. “Rakyat harus semakin mendapatkan haknya. Kalau untuk memilih saja, rakyat tidak berhak, bagaimana dengan haknya yang lain?” tanya Gustaf.

Menjawab pertanyaan tentang kabar koalisi partainya dengan Nasdem dan PKS menyangkut penentuan Capres dan Cawapres, AHY berkata bahwa  Demokrat tidak mau buru-buru atau gegabah.

Yang pasti, jelas AHY, Partai Demokrat tengah melakukan komunikasi intensif dengan PKS dan Nasdem untuk mencapai kesepakatan yang matang.

AHY tidak mau buru-buru lakukan deklarasi, yang kemudian bubar begitu saja. Malah AHY menghendaki, deklarasi koalisi dilakukan bersamaan dengan deklarasi Capres Cawapres.

Natal Nasional Partai Demokrat meriah.

Sebelumnya dalam sambutannya pada perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, AHY meminta para kader Demokrat selalu membawa semangat dan pesan Natal 2022 dalam hidup dan perjuangan.

“Kita bukan hanya dibolehkan, tapi diperintahkan untuk mencari jalan alternatif untuk kebaikan. Saya berharap kita selalu membawa semangat Natal tahun 2022,” kata AHY.

Untuk Natal tahun 2022, tema yang diangkat oleh KWI dan PGI adalah …Maka pulanglah mereka ke negeri mereka melalui jalan lain (Matius 2:12).

Tema ini membawa makna: setelah orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan, mereka kembali ke dalam kehidupan harian dengan semangat dan terang baru dari Tuhan.