SKPLA Gairahkan Semangat Kepenulisan di Generasi Milenial

20
Mengairkan semangat memelihara kebinekaan, toleransi dan perdamaian

Ada pandangan yang terbilang  melekat kuat di kalangan generasi millennial, yakni lemahnya gairah kepenulisan pada generasi ini. Lantas, pertanyaan yang harus segera diajukan adalah: apa yang harus dilakukan untuk memacu gairah menulis itu?

Buku ini adalah hasil racikan sebagian orang muda lintas agama yang terlibat dalam Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (SKPLA) yang dihelat Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) bekerjasama dengan Ditjend Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri yang didukung oleh Ford Foundation.

Hal  ini menunjukkan bahwa mereka tak enggan menulis. Mereka hanya membutuhkan kesempatan dan jalur untuk menyalurkan semangat.

Melalui tulisan, anak-anak muda tersebut berusaha mengolah pikiran, pengalaman yang bisa memberi kontribusi bagi upaya mencintai sekaligus mengembangkan, kebinekaan, toleransi dan perdamaian. Tiga hal tersebut, kini di Indonesia menghadapi tantangan besar.

Hal ini penting, sebab merekalah yang kelak meneruskan estafet kepemimpinan baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.

Dengan kemampuan berpikir secara sistematis yang tertuang dalam karya tulis, mereka akan mampu memberi pengaruh secara luas. Pikiran-pikiran mereka pun bisa diwariskan dari generasi ke generasi.

Buku ini patut disambut dengan gembira, sebab inilah suara hati dan suara pikir kaum milenbial dalam memandang zaman mereka dalam proyeksi masa silam dan masa yang akan datang.

Buku ini pun menjadi pemicu untuk kaum milenial ini mencintai dunia kepenulisan. Semoga dalam kesempatan-kesempatan berikut, makin banyak orang muda yang mau mengolah diri dalam dunia kepenulisan.

“Sabda” Pramoedya Ananta Toer tentang menulis patut direnungkan: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.  (tD)