Selamat Pulang, Sr. Jeannette Tumuju, JMJ, ASN yang Mencintai Panggilannya sebagai Suster JMJ

1954

Lama tidak saling kontak, kecuali saling “intip” di Face Book, tiba-tiba, tepat pukul 7.00 WIB (27/10), Pater Willy Ngongo Pala, CSsR berkabar di grup WA kami bahwa sahabat kami Sr. Jeannette Tumuju, JMJ telah dipanggil Tuhan pagi itu.

Sontak saya kaget, sebab tidak pernah mendengar suster yang lembut dan murah senyum itu sakit atau menjalani perawatan. Saya lalu mengontak beberapa teman sekelas tatkala sama-sama kuliah di Kentungan. Ternyata mereka belum mendapat info, termasuk info tentang sakitnya.

Pulanglah ke rumah Bapamu, Suster.

Tidak lama kemudian beredar flyer yang mengabarkan bahwa Sr. Jeannette lahir di Amurang, 30 September 1969, meninggal Kamis, 27 Oktober 2022, pukul 03.27 Wita. Suster disemayamkan di Rumah Sakit Gunung Maria, Tomohon.

Perayaan Ekaristi bagi keselamatan jiwanya diadakan di Kapel RS Gunung Maria Tomohon, Kamis, pukul 19.00 Wita. Misa pemakaman pada Jumat, 28 Oktober 2022, pukul 15.00 Wita.

ASN yang Cintai Panggilannya

Di mata teman-temannya dari Kentungan, Yogyakarta, selain cantik, Sr. Jeannette adalah sosok yang murah senyum, ramah dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Dia pun tidak sungkan-sungkan bertanya kepada teman-teman kelas tentang sesuatu yang dia kurang mengerti dari penjelasan dosen.

Di kelas kami ada tiga orang suster, yakni Sr. Jeannette, Sr. Alexa OP dan Sr. Irene.

Sr. Jeannete seringkali mengatakan, sangat menyukai dunia pendidikan dan anak-anak. Dia berharap punya kesempatan pelayanan kepada anak-anak.

Sahabatnya dr. Mareyke menyebut Suster Jeannette sebagai sosok yang multitalenta, sangat ramah dan periang. “Dia juga sangat mencintai panggilannya sebagai suster JMJ,” kata dokter yang wajahnya sangat mirip dengan wajah Sr. Jeannette ini.

Rekan susternya Sr. Monika Kalangi JMJ memiliki kesan mendalam dengan Suster Jeannette. “Da seorang yang selalu gembira dan pekerja keras. Ia melaksanakan tugas sampai akhir. Tugas terakhirnya sebagai Kepala Cabang Yayasan Joseph Yeemye sekalgus Kepala Biara St. Joseph Manado,” kata Suster Monika tentang rekannya yang meninggal akibat menderita kanker usus itu.

Kerinduan Suster Jeannette melayani anak-anak kemudian terjawab dengan penugasan dari pimpinan untuk menjadi guru. Dalam perjalanan panggilannya yang penuh dinamika, Aparatus Sipil Negara (ASN) ini menjadi Kepala Sekolah di Manado.

BACA KISAHNYA SUSTER JEANNETTE JADI ASN: https://www.tempusdei.id/2022/10/9306/unik-suster-jeannette-masuk-biara-lalu-keluar-jadi-pegawai-negeri-lalu-masuk-biara-lagi.php

Kini, Sr. Jeannette sudah kembali ke rumah Bapa di Surga. Selamat pulang, Suster. Beristirahatlah dalam Damai Tuhan, Tuhan kita bersama, yang engkau abdi selama ini. (Emanuel Dapa Loka)