Pembukaan Rangkaian Acara Pesta Pelindung Stasi Santo Agustinus Pero Meriah

156

H ujan deras yang mengguyur lokasi Gereja Stasi Santo Agustinus di Desa Pero, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT pada Minggu, 14/8 sore, tidak menyurutkan semangat umat stasi setempat untuk menghadiri acara pembukaan rangkaian acara dalam rangka menyambut Pesta Pelindung Stasi mereka yang jatuh pada 28 Agustus 2022.

Entakan kaki para penari dari Lingkungan Sang Penebus menjemput Pastor Paroki, yakni Pater Raymundus Segu, CSsR yang membuka acara tersebut menyuntikkan gairah tersendiri kepada umat yang hadir. Pembukaan pun berlangsung meriah.

Yosef Bulu Talu, Ketua Stasi dalam sambutannya mengimbau umat untuk memaknai perayaan iman dengan menjaga kebersamaan dan persaudaraan.

Kepala Desa Adi Papa

Lebih lanjut kata Yosef, jika perayaan tahun ini melalui berbagai kegiatan yang diagendakan berhasil, pihaknya akan mengadakan perayaan dalam skala yang besar.

Sementara itu, Kepala Desa Pero Petrus Adi Papa dalam sambutannya menjamin keamanan dan kenyaman selama pelaksanaan acara.

Lebih lanjut kata Adi Papa, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan wilayah, dia akan mengawal keamanan.
Bulu Ngongo mewakili tokoh masyarakat memberikan dukungan dan mengimbau umat dan masyarakat untuk menjaga dan memelihara Stasi dan kegiatan Gereja dengan setia.

Pertandingan pembukaan. (LEO)

Pastor paroki, Raymondus Segu, CSsR dalam sambutannya mengimbau dan menegaskan kepada panitia dan seluruh umat untuk tidak menodai perayaan iman dengan tindakan-tindakan tidak terpuji.

Pater Segu bahkan berjanji akan menghentikan perayaan jika keamanan dan kenyaman bersama terganggu.
Seperti dijelaskan oleh Ketua Panitia, Leonardus Dapa Loka, sejak pembukaan hingga tanggal 28 Agustus 2022, panitia penyelenggarakan berbagai acara berupa pertandingan dan perlombaan seperti pertandingan bola voli, tarik tambang, lomba menyanyi, baca puisi, foker berhadiah dan lain-lain.

Pada puncak acara (28 Agustus 2022) akan diadakan Misa Syukur, pentas seni, pengumuman lomba dan pembagian hadiah untuk para pemenang.
“Seluruh acara, apa pun bentuknya dimaksudkan untuk menyatukan umat dan mengungkapkan syukur kepada Tuhan, termasuk melalui kerja-kerja selama ini. Semua dilakukan dengan gembira dan penuh persaudaraan,” kata Leo. (tD)