Pemuda Katolik Sumut: Kapolda Sumut Harus Minta Maaf dan Copot Wakapolres Samosir, Telah Rendahkan Martabat Pastor

455
Wakapolres Samosir Lumbantobing

TEMPUSDEI.ID-Pemuda Katolik Komda Sumut mengecam penghinaan yang dilakukan, Kompol Togap M. Lumbantobing, Wakapolres Samosir terhadap Pastor Sabat Nababan, Imam di Paroki Santo Antonio Maria Claret Tomok, Kamis 17 Juni 2022 di Desa Tomok, Samosir.

Pemuda Katolik melalui pers rilis 19/6 menilai sikap arogan Wakapolres Samosir tersebut sangat menciderai hati segenap umat Katolik. “Kami tidak terima martabat seorang pastor diobok-obok oleh seorang polisi di depan umum, di mana harusnya polisi hadir untuk menjaga martabat itu,” demikian rilis yang TEMPUSDEI.ID terima.

“Atas tindakan verbal yang sangat merendahkan martabat rohaniawan Katolik tersebut, kami dari Pemuda Katolik Komda Sumut meminta Kapolda Sumut Irjen. Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. untuk meminta maaf kepada umat Katolik secara terbuka,” kata Parulian Silalahi SE (Ketua) dan Sadrak Manurung SE (Sekretaris).

BACA BERITA SELENGKAPNYA: https://www.tempusdei.id/2022/06/8576/wakapolres-samosir-memaki-maki-pastor-yang-dalam-perjalanan-melayani-sakramen-minyak-suci.php

Pemuda Katolik meminta Kapolda Sumut menyampaikan permintaan maaf secara lembaga. Pemuda Katolik Komda Sumut menilai permintaan maaf secara pribadi tidaklah cukup, karena yang dilakukan oleh Kompol Togap M. Lumbantobing adalah tindakan lembaga polisi yang sangat arogan terhadap masyarakat demi menyenangkan para pejabat di kepolisian.

“Mana jargon POLRI yang PRESISI itu? Jangan hanya sebatas jargon. Tunjukkan pada masyarakat bahwa POLRI sudah berubah menjadi humanis. Buang sudah cara-cara lama mendidik masyarakat,” demikian rilis.

Lebih dari minta maaf, Pemuda Katolik Sumut juga meminta kepada Kapolda Sumut agar memberi tindakan tegas terhadap anak buah yang bertugas sewenang wenang di lapangan. “Terkhusus untuk Kompol Togap M. Lumbantobing kami minta segera dicopot dari Jabatan Wakapolres Samosir”.

Menurut Pemuda Katolik Komda Sumut, pencopotan terhadap Wakapolres Samosir adalah obat bagi hati masyarakat Samosir khususnya umat Katolik yang hatinya sudah tercabik-cabik karena orang yang sangat dihormati masyarakat dipermalukan dan dihina. (tD)