Paus Fransiskus: Calon Imam Harus Diteliti dengan Baik

1153
Paus Fransiskus bertemu dengan anggota redaktur majalah teologi La Scuola Cattolica di Consistory Hall Vatikan, 17 Juni 2022 (Media Vatikan).

TEMPUSDEI.ID-Paus Fransiskus berbicara pada hari Jumat (17/6/22) tentang pentingnya meneliti calon imam untuk memastikan bahwa para pria yang mencapai penahbisan dalam kondisi baik dan matang.

Dalam pertemuan dengan formator seminari dari Keuskupan Agung Milan pada 17 Juni, Paus mengatakan bahwa proses pendampingan panggilan-panggilan cerdas itu ke imamat membutuhkan kepekaan dan keterampilan ahli.

“Ketika membedakan apakah seseorang dapat memulai perjalanan kejuruan atau tidak, perlu untuk meneliti dan mengevaluasi dia secara integral: untuk mempertimbangkan caranya mengalami kasih sayang, hubungan, ruang, peran, tanggung jawab, serta kelemahannya, ketakutan, dan ketidakseimbangan,” kata Paus Fransiskus.

“Seluruh perjalanan harus memulai proses yang bertujuan untuk membentuk imam dewasa dan orang-orang yang ditahbiskan, yang ‘ahli dalam kemanusiaan dan kedekatan’ dan bukan ‘pejabat suci’,” tambah Paus lagi.

Paus Fransiskus menggarisbawahi bahwa setiap orang membawa serta sejarah keluarga, pribadi, dan spiritual yang unik ke seminari.

“Seksualitas, afektivitas, dan hubungan adalah dimensi pribadi yang harus diperhatikan dan dipahami, baik oleh Gereja maupun ilmu pengetahuan, juga dalam kaitannya dengan tantangan dan perubahan sosial budaya,” katanya.

“Sikap terbuka dan kesaksian yang baik memungkinkan pendidik untuk ‘menemukan’ seluruh kepribadian ‘yang dipanggil,’ melibatkan kecerdasan, emosi, hati, impian, dan aspirasinya.”

Untuk mencapai hasil ini, para formator seminari sendiri harus bertumbuh setiap hari “menuju kepenuhan Kristus,” kata Paus.

Dengan begitu, kasih Kristus dapat lebih jelas dimanifestasikan di dalam mereka.

“Seminaris dan orang muda dalam formasi harus dapat belajar lebih banyak dari hidup Anda daripada dari kata-kata Anda; untuk dapat belajar kepatuhan dari kepatuhan Anda, ketekunan dari dedikasi Anda, kedermawanan dengan orang miskin dari ketenangan dan kebersediaan Anda, kebapakan dari kasih sayang Anda yang suci dan tidak posesif. Kami ditahbiskan untuk melayani Umat Allah, untuk mengurus semua, mulai dari yang termiskin,” kata Paus Fransiskus kepada para imam.

“Kesesuaian untuk pelayanan terkait dengan ketersediaan, kegembiraan, dan kemurahan hati terhadap orang lain. Dunia membutuhkan para imam yang mampu mengkomunikasikan kebaikan Tuhan kepada mereka yang telah mengalami dosa dan kegagalan, para imam yang ahli dalam kemanusiaan … pria yang tahu bagaimana mendengarkan tangisan mereka yang menderita,” jelas Paus. (tD/CNA)