MEMAKSA AJAL MENJEMPUT

57

MEMAKSA AJAL MENJEMPUT

Simply da Flores, Harmony Intitute

Kematian adalah anugerah kodrati
kematian juga energi alami
kekuatan bagi kehidupan
kembaran hidup itu sendiri
semua orang mengalami
tak mungkin menghindari
saatnya pasti terjadi
bagi setiap pribadi
berbeda cara waktu terjadi
kita pasti mati

Sejarah peradaban mencatat
ada fakta yang berbeda
entah kenapa terjadi
bahwa ada kematian yang dipaksakan orang lain
ada pembunuhan karena dendam
ada pembunuhan karena politik
ada pembunuhan karena harta
ada pembunuhan karena bisnis
ada pembunuhan karena ideologi
ada pembunuhan karena agama
ada perang dan pembantaian
kematian orang lain dipaksakan
ajal dipaksa menjemput nyawa
ada yang merasa berhak
mencabut nyawa sesamanya

Jangan biarkan hidupmu kering, Kawan

Ada yang juga terjadi
orang menghabisi diri
ajal dipaksa menjemput nyawanya
ada yang minum racun
ada yang menyayat diri
ada yang menggantung diri
ada yang terjun ke juran
ada yang lompat dari gedung
ada yang tabrakan diri
ada macam-macam cara
pribadi memutuskan untuk mati
karena berbagai alasan pribadi
karena ragam kondisi keluarganya
karena masalah di tempat kerja
karena keadaan masyarakat budaya
karena soal putus cinta
Beraneka problema jadi alasan
dirinya memilih akhiri hidup
kematian dengan bunuh diri

Kematian tak pernah berdiri sendiri
kematian datang bersama kehidupan
kematian hadir karena Pencipta
kematian hadir dalam sesama
Maka kematian yang tak wajar
karena dipaksakan sesama
atau karena dipaksakan diri sendiri
adalah
kematian karena kesepian
kematian karena hampa nurani
kematian karena miskin kesadaran
kematian karena kerdil nalar
kematian karena kebrutalan emosi
kematian karena lapar cinta
kematian karena dahaga kasih
kematian karena hilang solidaritas
kematian karena hampa humanitas
kematian oleh orang-orang mati

Dan karena kehadiran manusia misteri
Maka jawaban paling sempurna
hanya Sang Maha Misteri
Asal, Pemilik dan Tujuan
segenap realitas alam semesta dan manusia
mungkin itu bagian kreatifitas serta tarian dan musik
dari Sang Maha Seniman