KEPADA TIGA PREDATOR TKW

83
Derita TKW/PMI/ilustrasi

KEPADA TIGA PREDATOR TKW

Simply da Flores, Harmony Intitute

Kepada kalian
para calo rakus TKW
para pejabat negara yang buta
para majikan buas
kutulis ungkapan hati ini
kugugat kesadaran nuranimu
kugedor ketamakan jiwamu
masih manusiakah kalian
adakah engkau dilahirkan ibumu, seorang perempuan
punyakah engkau saudari, seorang perempuan
adakah anak gadismu,
seorang perempuan

Wahai para calo TKW
dengan segala tipu daya
anak-anak gadis belia
ibu-ibu janda merana
dari berbagai kota dan desa di tanah air
kalian iming-imingkan harapan
dapat pekerjaan halal
dapat gaji menggiurkan
dapat kehidupan layak
dapat jaminan keamanan
dapat waktu berlibur
dapat surat-surat resmi
dapat majikan baik beradab
ternyata semua hampa
hanya demi keuntungan dirimu
hanya supaya dompetmu terisi
lalu kalian cuci tangan
setelah menjual kepada calo berikut
dan kalian lakukan dengan tanpa nurani
kalian berani karena dilindungi
semua uang jadi kunci
hati dan jiwamu mati

Wahai pejabat negara
masikah ada matamu
masikah ada kuasamu
di manakah kewenanganmu
mengapa di desa, di kabupaten, di propinsi dan di pusat
sepertinya diam saja dan membiarkan
perdagangan manusia
penjualan tenaga kerja wanita tanpa surat-surat dan jaminan keselamatannya di negara orang
mengapa para calo dan kedok perusahaan tenaga kerja ilegal dibiarkan menjamur di negeri ini
apakah demi devisa dan tebalnya dompetmu sebagai pelindung calo
masih tegahkah kalian berpesta pora dan kaya raya dengan derita, luka darah dan nyawa para TKW-TKI
sudah jutaan korban dan ribuan nyawa hilang atau sempat dikirim kembali ke keluarganya, bahkan dalam peti berlabel larangan dibuka karena penyakit berbahaya
Padahal raga korban derita siksaan dan ada organnya yang dijual
masihkah ada wibawa negara bagi warganya yang merantau mengadu nasib
Ironi, uang devisanya dan penjualan dirinya dimakan, orangnya dikorbankan

Wahai para majikan di berbagai negara
saudari saudara kami dari tanah air ini
bukanlah malaikat dan manusia serba bisa
mereka pergi mengadu nasib dengan berbagai kekurangan legalitas, ketrampilan dan pengetahuan
Namun, mereka bukanlah barang dan sampah
jika ada guna, dipakai
jika tidak, disiksa dan dimatikan
bahkan habis diperkosa dan jadi budak seks, lalu dibunuh dan organnya kalian diambil untuk daganganmu
lengkaplah masih derita TKW – TKI
karena ada pejabat negara dannpara calo sudah jadi komplotan
sudah jadikan garapan dan sumber penghasilan
dari derita panjang para TKW – TKI selama ini
Maka, anjing menggonggong kejahatan terus berpestapora

Wahai para predator TKW – TKI
dari bumi Flobamora
kugugat jiwamu
masih tegakah kalian menghidupi kejahatanmu

Dari pelosok negeri ini
kudobrak kesadaranku
masih kurangkah berita dan fakta jeritan dukalara keluarga korban TKW – TKI atas ribuan jenazah yang dipulangkan ke tanah air ini

Dari lubuk hati sesama manusia,
kugedor nurani jiwamu
masih nikmatkah kalian mengisap darah ibu, saudari dan anak gadismu
masih bahagiakan kalian menonton dan menikmati uang dari pemerkosaan dan pembunuhan ibumu, saudarimu dan anak gadismu, sesama saudaramu di negeri orang, karena kalian menjualnya dan membiarkan ?

Lapar dahaga derita lara kemiskinan menjadi sumber masalah dari cerita panjang ketidakadilan
Dan ternyata ada yang berpesta pora dengan nyawa dan harkat martabat manusia
di bawah kibar merah putih Indonesia
di dalam rahim Pancasila NKRI
dan kearifan adat budaya terpasung
ajaran suci agama tak berdaya menghalau
media bersuara dibungkam
entah sampai kapan