Rebut Doktor Ilmu Lingkungan Hidup, Aloysius Budi Purnomo: Hentikan Pabrik Semen Rembang

1110
Romo Dr. Aloysius Budi Purnomo Pr: hentikan Pabrik Semen di Rembang.

SEMARANG, TEMPUSDEI.ID (25/1/22)-Romo Aloysius Budi Purnomo Pr berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Kepemimpinan Ekoteologis Interreligius Sesuai Ensiklik  Laudato Si’” pada 21/1/22 di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah. Budi lulus dengan nilai “sempurna” A.

Tim penguji terdiri atas Dr Ferdinandus Hindarto (Rektor selaku Ketua Penguji), Prof Dr Andreas Lako (Kaprodi, Sekretaris), Romo Dr G. Budi Subanar, SJ (USD,  Penguji Eksternal), Romo Dr P. Paulus Wiryono, SJ (Penguji Internal), Dr Margaretha Sih Utami (Penguji Internal), Dr Cecilia Murniati (Kopromotor) dan Prof Dr Budi Widianarko (Promotor).

Waktu studi  yang Romo Budi tempuh adalah 2 tahun 5 bulan. Ia bergabung menjadi mahasiswa PDIL Unika Soegijapranata pada Agustus 2019, menjalani ujian tertutup 11/11/2021 dan ujian terbuka 21/1/2022. Romo Budi adalah Doktor Ilmu Lingkungan  ke-3 dari PDIL Unika Soegijapranata.

Salah satu rekomendasi Budi melalui disertasinya tersebut adalah penghentian aktifitas pabrik semen di Rembang dan semua aktivitas penambangan di KPKU sebab KPKU adalah kawasan bentang alam karst (KBAK) dan terdapat cekungan air tanah (CAT).

Rekomendasi ini sesuai putusan legal formal PK/TUN/2016 yang memenangkan warga tolak semen dan KLHS atas perintah Presiden Joko Widodo, 2017. Semua itu juga sesuai ajaran Ensiklik Laudato Si’ 186.

Para pemimpin interreligius yang menjadi responden riset pun menyatakan hal yang sama demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan generasi mendatang dari ancaman krisis ekologi.

Romo Dr Aloysius Budi Purnomo Pr lahir di Wonogiri (Jateng) pada 14 Februari 1968. Selain sebagai pastor Katolik dan pegiat gerakan interreligius, Romo Budi adalah Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC).

Romo Budi juga turut menjadi peserta Work Group Laudato Si’ Action Platform tingkat Asia pada sektor pendidikan. Dia juga penulis dan kolumnis produktif pada sejumlah koran nasional dan regional. Selain itu, dia juga adalah seniman produktif (penyanyi lagu-lagu rohani), peniup saksofon yang memiliki banyak lagu rekaman.

Itu sebabnya pada acara ujian terbuka disertasinya, tokoh-tokoh lintas agama dan kepercayaan hadir. Mas Gunritno dan tokoh-tokoh masyarakat Sedulur Sikep dari Blora dan Pati yang merupakan bagian dari kawasan Pegunungan Kendeng Utara juga hadir. Salah satu yang hadir adalah buyut lajer dari Mbah Samin Surosentiko dari Blora, pengarang Sutejo.

Bergembira atas keberhasilan Romo Budi meraih gelar doktor, Mas Gunawan Permadi (Pemred Suara Merdeka, biola), Mas Erwin (Pemred Tribun Jateng, guitar) dan mbak Tiwik (UKSW, keyboard)  berkolaborasi mengiringi Romo Budi menyanyikan lagu ciptaanya sendiri (1996) yaitu “Kuasa-Mu Sempurna” dengan sangat merdu. (tD/*)