REVOLUSI PEREMPUAN TANPA SUARA

79
Perempuanku...!

REVOLUSI PEREMPUAN TANPA SUARA

Simply da Flores, Harmony Intitute

Wahai saudaraku perempuan
Sang Pencipta takdirkan kita perempuan
ibu dari putra-putri generasi insani
kita perempuan
mengandung, melahirkan,
menyusui dan merawat anak-anak generasi
kita tidak meminta
dan tidak satu pun manusia tanpa ibu
perempuan,
yang diempukan, yang terhormat

Wahai saudaraku perempuan
kita perempuan itu bumi tanah
semua dari rahim kita
semua di pelukan kita
semua di dada kita
semua kembali kepada kita
semua kehidupan dan peradaban
semua suka duka manusia

Wahai saudaraku perempuan
mari bangkit dan sadari
jangan bicara lagi
jangan teriak lagi
jangan menangis lagi
kita Revolusi Tanpa Suara
kita diam mengubah dunia
kita diam lawan kejahatan
kita diam obati luka
kita diam pulihkan derita
kita diam ciptakan harmoni
kita diam rawat kehidupan
kita diam lahirkan damai
bagi anak generasi insani
bagi putra-putri kita

Wahai saudaraku perempuan
kita punya lima mata
ada mata raga
ada mata rasa
ada mata nalar
ada mata nurani
ada mata jiwa
itu yang kita wariskan
untuk semua anak insani
yang lahir dari rahim
yang terima air susu
yang alami kasih sayang
yang warisi darah daging
yang teruskan nilai kearifan
yang dimeteraikan rahmat iman
yang membawa roh Pencipta
kitalah Ratu kehidupan
kitalah Bunda peradaban
kitalah Ibu kemanusiaan

Wahai perempuan saudaraku
mata raga kita melihat
aneka sakit duka lara
semua bentuk kejahatan
berbagai ketidakadilan
dari putra-putri kita
yang menguras air mata
yang mengotori wajah
yang mengoyak rasa
yang buat pusing kepala
yang melukai hati nurani
yang mengotori jiwa
jangan bicara, mari diam !

Wahai perempuan saudaraku
mata rasa telah mengalami
suka cita tawa ria
kegembiraan dan bahagia
tersinggung malu dan sedih
panik kecewa putus asa
tak berguna dan hampa
jangan berontak, mari diam !

Wahai perempuan saudaraku
mata nalar kita mengetahui
aneka problema mendera
berbagai kebencian dan perang
kekerasan, pelecehan, pemerkosaan
kemiskinan, kelaparan, penyakit
banyak masalah terus melanda
banjir tantangan menghadang
zaman berubah dan ganas
hasil karya anak manusia
buah tangan anak kita
jangan melawan, mari diam !

Wahai perempuan saudaraku
mata nurani terus mengalami
nilai kehidupan ini dirusak
manusia seperti binatang buas
rasa hormat solider terkikis
kasih sayang semakin sirna
kebenaran dan kebaikan redup
harkat martabat terus dikotori
adil beradab makin disingkirkan
nyawa manusia dipermainkan
nilai kehidupan sering diabaikan
jangan bicara lagi
mari kita diam !

Wahai perempuan saudaraku
mata jiwa kita kabur
ternoda dan dikotori
salah kilaf dan dosa
kejahatan putra putri kita
yang tidak sadari diri
yang raga dikuasai nafsu
yang rasanya rakus tamak
yang emosinya tak wajar
yang pikirannya kerdil buntu
yang nuraninya gelap gulita
yang jiwanya terkulai merana
mereka semua kita lahirkan
mereka itu kita susui
mereka kita beri makan
mereka kita beri pakaian
mereka dari rumah kita
mereka kita beli air matanya saat kecil
mereka hasil didikan kita
mereka yang kita manjakan
mereka kita ajari kejahatan
mereka terima teladan kebejatan
mereka warisi sumpah serapah
mereka buahkan caci maki
mereka gambaran diri kita
jangan marahi fakta peradaban
mari diam…!!!

Wahai perempuan saudaraku
diam bukan kejahatan
diam bukan menyerah
diam bukan pengecut
diam bukan tak berdaya
diam bukan tanpa makna
diam harus jadi emas
diam untuk Revolusi
diam untuk perubahan radikal
diam kembali ke akar
diam membangun fondasi
diam memperbaiki kualitas
diam untuk introspeksi
diam merawat jati diri
diam memeluk matahari
diam retas cahaya harmoni
diam pulihkan relasi ilahi
diam murnikan amanah azasi
kita ibu kehidupan
kita rahim peradaban
kita air susu kemanusiaan
kita jemari kasih sayang
kita asal baik dan benar
kita perempuan sumber kehormatan

Wahai perempuan saudaraku
dalam diam tanpa kata
bentangkan tikar bantal di kamar
dengan pesan sorgawi
selimuti dengan iman
agar jadi kekuatan jiwa

Bersihkan pakaian dan siapkanlah
enyahkan yang kotor
sematkan nilai kemanusiaan
hiasi moralitas beradab
biar jadi bekal nurani

Nyalakan api kasih sayang
olah semua makan minum
isikan kebaikan dan kebenaran
ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan
kepandaian dan kesadaran diri
kesehatan rasa dan raga
jadikan sebagai bekal kekuatan
nalar, emosi dan raga
segenap anggota keluarga

Hembuskan napas di rumah
tanpa kata caci maki
jangan jadi kebun binatang
tiupkan angin doamu
jadi napas kehidupan
semua penghuni rumah
juga tetangga sanak saudara
bukan gosip iri dengki
bukan keburukan suami
bukan kenakalan anak
bukan masalah rumah tangga

Sapu bersih semua kotoran
di langit-langit rumah
di setiap kamar
di dapur dan halaman
agar semua hama penyakit
semua hawa negatif
semua pengaruh jahat
semua sumpah serapah
semua bentuk kejahatan
semua kemalangan dan bencana
dihilangkan dari jiwa raga
segenap keluarga di rumah
karena sapu doa cinta
yang dilakukan tiap hari
oleh ibu sang perempuan
oleh yang dihormati
ratu kehidupan
bunda peradaban
ibu kemanusiaan

Saat menapak melangkah berjalan
saat duduk untuk berkarya
entah untuk menanam bunga
entah bertani di ladang
entah berdagang di pasar
entah menyuluh di pantai
entah untuk menenun kain
entah berkarya di kantor
entah mencuci dan memasak
atau waktu sujud berdoa
bisikanlah kepada Ibu Bumi
jadikanlah doa tanpa suara
segala suka dan duka
segala syukur dan pujian
semua harapan dan cita
semua masalah dan tantangan
semua dalam diam
semua tanpa bicara
hanya pribadi yang tahu

Wahai saudaraku perempuan
inilah revolusi tanpa kata
inilah revolusi tanpa suara
inilah revolusi sejati perempuan
kitalah ratu kehidupan
kitalah bunda beradaban
kitalah ibu kemanusiaan
kita bangun harmoni
kita ciptakan damai
untuk putra-putri generasi

Merdeka,
hidup perempuan
merdeka,
hidup revolusi tanpa suara
merdeka,
hidup ratu kehidupan
merdeka,
hidup bunda peradaban
merdeka,
hidup ibu kemanusiaan
Hidup revolusi perempuan !!!