Natal Menggerakkan Persaudaraan Ikatan Alumni Angkatan 90 SMAN 51 Jakarta

166
Sebagian alumni SMAN 51 berfoto usia Kebaktian Natal. Tetap semangat dan bergembira.
Beberapa anak dari alumni mendapat santunan dalam acara ini.

TEMPUSDEI.ID (12/12/21)-Suasana Café and Resto C86 di Jalan Raya Ciangsana, Kota Wisata Cibubur terasa berbeda dari biasanya. Sekitar pukul 14.30 WIB pada 12 Desember 2021, panggung dientak dengan lagu Cotton Field yang mengajak hadirin untuk ikut bernyanyi dan menari atau bergoyang sejenak. Setelah lagu berakhir acara Natal bersama Ikatan Alumni Angkatan 90 SMAN 51 Jakarta dimulai.

Natalan bertema Kasih Menggerakkan Persaudaraan  yang dihadiri alumni secara lintas agama dan suku ini berlangsung meriah dan menjadi ajang perjumpaan yang dinanti-nantikan. Mereka merasakan, Natal menggerakkan persausaraan mereka.

Seperti dikatakan oleh Ignatius Harjadi, Ketua Angkatan 90 Bidang Kristiani, inilah penyelenggaraan Natal Bersama angkatannya yang pertama  setelah lulus. “Semoga dengan Natal Bersama ini, kita berkarya secara kreatif dan inovatif, Natal ini menjadi kesempatan kondolidasi awal agar kita berkembang dan menjangkau semua alumni yang ada,” ungkap pria yang akrab disapa Ibnu ini.

Meriah dan nostalgik

Panggung kemudian secara silih berganti diramaikan oleh penampilan para alumni yang  bernyanyi dan bernostalgia. Di panggung ini, lagu-lagu yang hit pada tahun 90-an seperti Semut Merah, Kemesraan, Aku Cinta Dia, Andaikan Kau Datang terdengar meriah dan dinyanyikan bersama. Mereka larut dalam suasana nostagik.

Selain itu, anak-anak para alumni juga ikut memeriahkan acara ini, antara lain Loise Angelica yang membawakan lagu Nothing’s Gonna Change My Love for You.

Acara “panggung ini” didahului dengan ibadah yang dipimpin Vivi Irawati, salah satu alumnus. Dalam renungannya Vivi mengajak teman-temannya untuk selalu bergembira karena Tetaplah Yesus. “Tetaplah gembira karena Tuhan,” ungkap Vivi singkat.

Selanjutnya kata Vivi, tidak ada hidup yang tidak punya masalah dan kesulitan. “Kita harus mampu mengolah masalah atau pergumulan itu agar kita tetap bisa sukacita. Dalam hidup keseharian kita, kita harus tetap merasakan secara suka cita kelahiran Tuhan setiap hari,” kata Vivi lagi.

Di pengujung renungannya, Vivi mengingatkan agar di tengah usia yang semakin menanjak dan perubahan fisik untuk tetap penuh dengan damai sejahtera. “Sukacita kita jangan dikalahkan oleh usia dan persoalan hidup,” pungkas Vivi. (tD/EDL)