Puisi Simply da Flores: Nyamuk-nyamuk Rakus

155
Simply da Flores

NYAMUK-NYAMUK RAKUS

Simply da Flores, Harmoni Institut

TEMPUSDEI.ID (1 DESEMBER 2021)

Sudah lebih dari seminggu
nyamuk-nyamuk ukuran di atas normal
datang bergerombolan pagi dan sore
bukan hanya berbunyi mengganggu di telinga
tetapi justru mengambil darah dari tangan, kaki, tengkuk dan bagian tubuh lain yang tertutup pakaian

Terasa sakit seperti tertusuk jarum suntik,
justru pada saat itu nyamuk-nyamuk rakus telah terbang dengan perut gendut berisi darah yang diisap dari tubuhku
sakit di kulit ternyata
memberi tanda bahwa darah sudah diisap oleh satu atau beberapa ekor nyamuk rakus

Jadi,
ketika sadar sakit dan mencari untuk mengusir atau memukul, justru nyamuk-nyamuk rakus telah lari pergi

Rasa sakit dan bekas bentol di kulit badan
adalah tanda yang ditinggalkan nyamuk
setelah darahku diisap

Zaman now,
dan mungkin sejak dahulu
banyak manusia buas dan rakus
yang suka mengambil yang bukan miliknya
dan justru mengisap darah sesama manusia
Mereka pergi datang bergerombolan dan
merasa lumrah, wajar dan bahkan terhormat

Mengambil milik sesama
menghisap darah sesama
atas nama apa pun
dengan alasan terhormat
bahkan menyakinkan dunia
bahwa itulah kebaikan dan kebenaran
itulah tindakan mulia demi keselamatan sesama
itulah tindakan atas dasar hukum
itulah usaha amal mulia demi kesejahteraan sesama

Padahal,
sesama manusia dengan pikiran dan hati nurani terang waras
tahu dan sadar
Bahwa itu tidak sesuai kata-kata
Itu sebuah kebohongan
Itu tindakan mengisap darah rakyat
Itu kejahatan publik
Itu merampok hak masyarakat
Itu merusak harkat martabat manusia

Aneh bin ajaib
Mau merampas dan mengambil lebih dari mereka yang telah memberi banyak
Atas nama kepentingan publik
Atas nama pembangunan rakyat
Atas nama aturan dan Negara
Padahal jelas disinyalir publik
itu demi kepentingan diri dan keluarga
Demi hawa nafsu pribadi dan kelompok
yang nyata bertentangan dengan janji pada saat memohon diberi kepercayaan jabatan publik.

Zaman now,
jejak digital agak sulit dihilangkan dan dihapus dari data publik, apalagi Generasi Milenial

Nyamuk-nyamuk rakus
apalagi
orang-orang buas
dengan jabatan publik, kemajuan label akademis tinggi
dan tim kerja yang bijak pandai
Semoga ada kesadaran baru
di lingkungan keluarga dan kampung halaman sendiri
Tanah tumpah darah
yang adalah warisan tradisi adat budaya
Tanah tali pusat
yang ada khazanah spiritual budaya dan agama
Bumi leluhur Flobamora
yang ada persaudaraan alamiah dan semangat kebersamaan
“Bae sonde Bae, Flobamora Lebe Bae”

Mari satu hati berdoa dan memohon:
“Enyahlah nyamuk-nyamuk rakus
Sadarlah manusia-manusia buas tanpa jiwa nurani”
Dari bumi Flobamora
Dari tanah air Indonesia
Dari dunia kehidupan insani”

Aneh bin ajaib
nyamuk-nyamuk rakus
Ya…. Binatang !!!
Tetapi
Jika itu manusia
Jika itu pejabat publik
Jika itu berpendidikan akademis tinggi
Sungguh memprihatinkan

Ternyata
berpendidikan tinggi
berjabatan publik resmi
belum tentu
berpribadi bijaksana
bertutur kata sopan penuh makna
berperilaku terhormat penuh harkat manusia

Masih banyak manusia rakus
atas nama apa pun
demi penuhi hawa nafsu pribadi
lebih rakus dari nyamuk-nyamuk rakus yang adalah binatang
tanpa otak, mengisap darah lalu lari…