Pemuda Katolik, Wadah Konsolidasi Orang Muda Kini dan Nanti

56
Pemuda Katolik adalah wadah kaderisasi.

TEMPUSDEI.ID (18 OKTOBER 2021)-Pemuda Katolik hadir menjawab kebutuhan adanya wadah konsolidasi bersama bagi orang muda Katolik. Hal tersebut berdasarkan pada potensi strategis yang dimiliki oleh orang muda (usia 15 – 39 tahun) di Indonesia yang saat ini menempati jumlah 41% dari kependudukan (sensus penduduk 2020). Tetapi potensi strategis tersebut pada kenyataannya masih memiliki berbagai macam tantangan. Salah satu di antara adalah berjejaring.

Pada era digital ini orang muda dapat dengan mudah melakukan komunikasi dengan sesamanya melalui berbagai macam platform digital yang tersedia. Namun di sisi lain, kualitas dan makna dari pesan dan juga hubungan yang terjalin menjadi menurun. Dengan begitu, membuat kedekatan emosional antar individu serta rasa kebersamaan sebagai suatu komunitas menjadi luntur. Tantangan ini terjadi secara umum, tidak terkecuali pada komunitas orang muda Katolik. Sehingga pada akhirnya, arah pergerakan umat Katolik di masa depan akan berpotensi tidak terkonsolidasi dengan baik.

Pemuda Katolik Jakarta Selatan

Sebagai organisasi yang peduli akan potensi yang dimiliki oleh orang muda tersebut serta melihat realita masih terdapatnya tantangan-tantangan yang dihadapi oleh orang muda saat ini, Pemuda Katolik hadir sebagai wadah konsolidasi bersama bagi orang muda Katolik. Melalui kegiatan masa penerimaan anggota (MAPENTA) yang dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2021 dan bertempat di Hotel Liberta Kemang, Pemuda Katolik merangkul orang muda beragama Katolik sebagai kader dan diharapkan setelah menjadi kader dari Pemuda Katolik, orang-orang muda ini dapat berjejaring baik di dalam internal organisasi maupun di luar organisasi melalui usaha-usaha untuk pengembangan diri para kader.

Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan potensi diri dan berkarya di tengah masyarakat secara maksimal sesuai dengan minat dan keahlian dari masing-masing kader. Bersamaan dengan itu tetap berada di bawah naungan Pemuda Katolik untuk bersama mengembangkan potensi diri para kader yang memiliki posisi strategis di tengah masyarakat.

Kegiatan MAPENTA bertema Pemuda Katolik sebagai Wadah Konsolidasi Orang Muda Kini dan Nanti ini dihadiri Puji, mewakili Walikota Jakarta Selatan sekaligus memberikan kata sambutan di awal acara.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari organisasi lain seperti Vox Point, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), Kepemudaan, serta HAAK Paroki-Paroki di Dekenat Selatan.

MAPENTA yang dihadiri oleh 40 peserta anggota baru ini mengharuskan para peserta mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup mengenai organisasi Pemuda Katolik sebelum dilantik menjadi anggota dan berdinamika bersama dalam organisasi Pemuda Katolik itu sendiri.

Untuk itu, para peserta diberikan materi-materi seputar organisasi yang diberikan oleh Romo Adrianus Suyadi SJ selaku Pastor Moderator Pemuda Katolik Komisariat Daerah DKI Jakarta, Alfonsus Beo Say Ketua Lembaga Hubungan Alumni Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Benny Wijayanto selaku Sekretaris Komisariat Daerah DKI Jakarta, dan Stefanus Asat Gusma selaku Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik.

Setelah mendapat pembekalan-pembekalan seputar organisasi dari tokoh-tokoh tersebut para anggota baru diharapkan dapat mengenal sepenuhnya Pemuda Katolik dan ke depan bisa menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Sebanyak 40 calon kader Pemuda Katolik akhirnya dilantik menjadi Kader atau Anggota Pemuda Katolik.

Anggorokresno Abiwangsa selaku ketua panitia MAPENTA mengharapkan 40 anggota baru ini menjadi semangat baru bagi Pemuda Katolik Komcab Jakarta Selatan.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan Musyawarah Komisariat Cabang Pemuda Katolik Komisariat Cabang Jakarta Selatan. Muskomcab kali ini dipimpin oleh tiga pimpinan sidang yang masing-masing mewakili dari Komisariat Daerah (Komda) DKI Jakarta dan juga Komcab Jakarta Selatan serta dihadiri oleh seluruh anggota baru dan beberapa anggota lama Pemuda Katolik Komcab Jakarta Selatan.

Sidang menentukan beberapa ketetapan yang menentukan arah organisasi Pemuda Katolik Komcab Jakarta Selatan untuk ke depan, seperti memberhentikan masa jabatan Ketua Komcab Jakarta Selatan yang lama dan menunjuk Ketua Komcab yang baru serta membentuk tim Formatur guna membentuk struktur kepengurusan Pengurus Komcab Jakarta Selatan.

Anggorokresno Abiwangsa terpilih sebagai ketua berdasarkan melalui voting terbuka menggantikan Yustinus Oswin.

Sebagai Ketua terpilih Anggo mengharapkan agar Organisasi Pemuda Katolik ini dapat benar-benar menjadi wadah bagi orang muda Katolik untuk berjejaring serta mengembangkan potensi diri sesuai minat dan bakat yang dimiliki oleh para anggotanya melalui program-program kerja yang akan dilaksanakan guna menjawab kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki oleh para anggota.

Selaku Ketua terpilih Anggo menutup rangkaian sidang Muskomcab dan disambut meriah oleh para anggota yang hadir. (tD/*)