Puisi-puisi Simply da Flores: Pada Potret Wajah dan Memahat Diri Pribadi

216
Simply da Flores

PADA POTRET WAJAH

Senyum itu
satukan fajar pagi
dan cahaya senja
rangkul purnama

Badai dan gelombang
datang rebah bersujud di bibirmu
karena lidah sudah tahu persis pahit,
manis, dan asamnya rasa
Hidung juga begitu
cermat bedakan aroma wangi, sedap, tengik dan busuk

Padang gersang
bukit gunung
hutan rimba belantara
telah dijelajahi pada setiap helai rambut
saat disisir, ditata dengan aneka model dan warna-warni

Pikiran jiwa nurani
setiap wajah insani
diteropong teliti dengan kaca mata azimat sakti
rahasia pribadi

Hari waktu masa
duka lara derita
sukacita bahagia
pengalaman dunia
saat mengukir makna
mau ke mana
membawa cita dan cinta

Potret wajah
di alam semesta
dibuat tangan kita
dengan aneka gaya
lalui dinamika fakta
hiasi ruang jiwa
sampai nanti ajal tiba

ilustrasi

MEMAHAT DIRI PRIBADI

Aku tak pernah tahu
mengapa terlahir
siapakah aku ini
kenapa ada di sini
dengan sejarah diri
serta adanya begini
dalam kehidupan ini
lahir hidup dan mati
semua ada dan terjadi

Pertanyaan seperti pahat
mencari jawaban pun pahat
menjalani kehidupan juga seperti tukang pahat
memahat bentuk sesuai pilihan
menjadi seperti apa dan siapa,
bagaimana dan untuk apa
sebuah proses memberi makna
saya mau menjadi apa dan siapa

Keterbatasan dan tantangan
kebutuhan dan kesulitan
harapan dan kenyataan
diriku di antara sesama
pribadiku di tengah alam
pengalaman kehidupan
ibarat tukang pahat membuat patung

Akulah tukang pahat
aku harus membuat patungku
menjadi apa atau siapa
Bahkan memilih untuk tidak menjadi
apa pun dan siapa pun