Bangun dan Renovasi 150 Buah Gereja, Greg Tan Masuk “Kick Andy”

2648
Albert Greg Tan saat shooting di Kick Andy. (foto: FB Greg)

TEMPUSDEI.ID (15 SEPTEMBER 2021)

Sekali tidak dipercaya, sulit untuk meyakinkan kembali. Dan saya yakin Tuhan menempatkan saya di sini, maka saya harus melakukan yang terbaik–Greg Tan

Sejak memulai karyanya dalam membangun dan merenovasi gereja 20 tahun lalu, hingga hari ini, Greg sudah membangun dan merenovasi 150 buah gereja. Gereja-gereja itu tersebar di seluruh Indonesia. Uniknya dia memilih membangun gereja-gereja di pedalaman yang umatnya tidak mampu membangun sendiri dan sangat rindu memiliki gereja.

Untuk mengerjakan gereja sebanyak itu, Greg mengandalkan kepercayaan atau trust orang padanya. Dia sendiri bukanlah pengusaha. Greg “hanyalah” seorang anak muda yang menaruh hati pada perjuangan dan iman umat di daerah-daerah terpencil. Lelaki bujang ini bekerja sebagai pegawai biasa pada sebuah bank swasta di Tanah Air

Seperti pernah dikatakannya kepada tempusdei.id, keinginan atau semangatnya membangun gereja ketika air matanya nyaris jatuh melihat kondisi sebuah kapella (gereja kecil) di sebuah stasi bernama Sorkam di Tapanuli Tengah.

Ketika itu Greg menghadiri tahbisan seorang imam di Medan. Setelah tahbisan tersebut, dia menyertai sang imam baru ke stasi Sorkam, daerah pantai barat Sumatera. Untuk sampai ke stasi ini, biasanya Pastor membutuhkan waktu berjam-jam karena jauh dan jalannya rusak. Umat di tempat ini pun terbilang miskin sehingga kapel mereka sangat sederhana, terbuat dari bahan bangunan yang diambil dari alam sekitar. “Dalam hati saya menangis melihat kondisi yang sangat tidak biasa ini. Saya rasa Tuhan membukakan mata saya untuk melihat kenyataan umat di tempat lain,” ujar Greg.

Salah satu gereja yang Greg bangun. Sebelum dan sesudah (ist)

Saat itu Greg dengan ponselnya memotret bangunan, umat dan suasana di sekitarnya. Tanpa banyak pertimbangan, dia memosting foto-foto itu di FB-nya dengan memberi sedikit caption.

Ternyata banyak yang memberi tanggapan. Ada yang penasaran dan ingin tahu lebih jauh. Ada pula yang spontan mengatakan ingin membantu umat di sana.

BACA JUGA:  Joko Pinurbo: Tetap Berkarya di Tengah Korona Karena Imajinasi Tidak Dibatasi

Ketika Greg memberi penjelasan yang lebih detail, makin banyak yang bersimpati dan juga menyatakan kesediaan untuk membantu.

Dari komunikasi di FB, komunikasi atau kontak-kontak terjadi melalui jaringan pribadi atau Japri. Terjalin persahabatan melebihi pertemanan.

Keinginan untuk membantu dan benar-benar membantu secara bergelombang datang dari banyak orang. Makin hari makin banyak orang yang mau membantu. Sekali lagi, trust  adalah alasan utama orang-orang tersebut memberikan uang mereka dalam jumlah banyak. Tentu saja, trust itu tidak begitu saja terbangun. Dia harus memberi bukti dari waktu ke waktu. Laporan pun dia buat secara detail. “Inilah cara saya menjaga dan merawat trust itu,” kata Greg. ”Sekali tidak dipercaya, sulit untuk meyakinkan kembali. Dan saya yakin Tuhan menempatkan saya di sini, maka saya harus melakukan yang terbaik,” jelasnya.

Orang yang percaya pada Greg dan kawan-kawan muda makin lama makin banyak. Mereka yang memberikan uangnya pun makin banyak. Dengan dana-dana dari para donatur itulah dia membangun atau merenovasi 150 buah gereja permanen itu. Dan saat ini, sejumlah gereja sedang dalam proses pembangunan.

Greg bersama para suster. (ist)

Greg bertekad, sebagai orang muda dia harus jadi patron. “Tidak banyak orang muda seperti saya. Bukan berarti saya sombong. Saya tahu susahnya menggerakkan orang muda. Mereka akan bergerak kalau ada contoh yang nyata. Saya mau jadi anak muda yang bersinar, agar anak muda tidak kehilangan harapan bahwa masih ada anak muda yang mau berkarya nyata. Dan saya yakin inilah jalan evangelisasi saya,” jelasnya bersemangat.

Untuk mengetahui lebih banyak seputar karya Greg tersebut, silakan berkunjung ke jalakasih.com. Di web ini juga tersua dengan jelas sumbangan para donatur yang disajikan secara realtime. Dapatkan juga informasi, andai berminat mengajukan proposal pembangunan. Namun ingat, Greg dan teman-teman cukup selektif. Syarat utama: gereja berada di pedalaman, kondisi umat berekonomi lemah dan rindu memiliki gereja serta sejumlah syarat teknis lain.

BACA JUGA:  Pater Prof. Dr. Hermann Yosef May, CSsR: Satu dari “Trio May”  yang Mencintai Sumba Habis-habisan (2)

Atas karya yang konsisten dan telah menjadi berkat bagi umat di pedalaman, KICK ANDY, sebuah acara talk show favorit di MetroTV mengundang Greg untuk tampil di acara tersebut. Jangan lupa saksikan Greg di Kick Andy episode “Bukan Sekadar Kata” pada Minggu, 19 September 2021 pukul 19.05 WIB. (EDL/tD)

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here