Melintasi Jalan Terjal dan Licin, Kardinal Suharyo Kunjungi Umatnya di Pedalaman Papua

1438
Kardinal dibantu umat setempat menuruni jalan terjal dan licin. (Foto: Romo Aldo)
Kardinal berpose bersama anak-anak di Papua (Foto Romo Aldo)

TEMPUSDEI.ID (11 JUNI 2021)

Meski di beberapa tempat di Papua sering terjadi kontak senjata antara KKB dan TNI, demi cintanya kepada umat Katolik di Papua, Kardinal Ignatius Suharyo melakukan kunjungan ke sana. Selama tujuh hari (2-9 Juni 2021) Kardinal bersama beberapa imam dari KAJ mengunjungi Gereja Maria Menerima Kabar Gembira, Paroki Bomomani, Keuskupan Timika, Papua.

Medan yang sulit di paroki tersebut tidak menghalangi Kardinal untuk mengunjungi umat. Tujuh stasi ia datangi dalam tujuh hari kunjungannya itu. “Selama 7 hari, Bapak Kardinal telah mengunjungi ketujuh stasi, termasuk yang lokasinya paling jauh dan paling tinggi. Lima kring Paroki pusat juga beliau datangi, doakan, dan berkati,” lapor Romo Reynaldo di website kaj.or.id. Di sela-sela kunjungannya itu, Kardinal juga menerima umat yang datang memohon doa dan berkat.

Kardinal menyatu dengan umat setempat. “Beliau makan apa yang disediakan, minum apa yang disuguhkan. Ia juga rela berbagi kamar mandi yang sama dengan kami semua. Berhubung kamar mandi hanya dua saja,” tulis Romo Reynaldo lagi.

Sejenak menghirup udara di tanah datar (Foto: Romo Aldo)

Dalam kunjungan tersebut, pakar Kitab Suci Perjanjian Baru itu kadang lebih suka berjalan kaki daripada naik mobil. “Sehingga kami juga harus ikut jalan kaki, padahal kaki su pegal-pegal,” kata Romo Reynaldo lagi.

Pada 8 Juni 2021, Kardinal dan rombongan mengunjungi stasi Amaikebo yang lokasinya tertinggi di atas gunung (1.800 dpl) sekaligus terjauh dari pusat paroki Bomomani. Inilah untuk kedua kalinya Kardinal mengunjungi tempat ini setelah kunjungannya yang pertama pada 2017.

Untuk mencapai tempat ini tidak mudah. Romo Aldo menggambarkan bahwa medan tersebut untuk imam muda pun tidak mudah.

Beruntung saat berangkat dari pusat paroki cuaca sangat mendukung. Tidak hujan, hanya berawan. Namun, saat Misa pelayanan Sakramen Krisma di tempat tersebut hampir selesai, hujan turun deras. Ini menyebabkan jalanan menurun terjal yang Kardinal dan rombongan lewati menjadi basah dan licin.

BACA JUGA:  Menyusuri Jejak Fransiskus Xaverius di Jepang

Kardinal turun dibantu oleh umat yang dia cintai dan yang mencintai dirinya. “Terima kasih, Papua. Semoga kami boleh datang lagi ke tanah surga ini,” tulis Romo Aldo lagi. (tD)

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here