Kesatuan Tritunggal Mahakudus, Model Kesatuan Kita

38
Pater Remmy Sila, CSsR

Oleh Pater Remmy Sila, CSsRSuperior Misa Redemptoris di Samoa, Provinsi Oceania

TEMPUSDEI.ID (30 MEI 2021)

Hari ini kita merayakan salah satu misteri terbesar dari iman kita yaitu Tritunggal Mahakudus. Perayaan ini mengingatkan kita bahwa Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah satu Allah dalam tiga Pribadi. Mereka tidak pernah dipisahkan, meskipun, masing-masing dari mereka adalah Pribadi Ilahi yang berbeda, namun selalu bekerja sama.

Tidak ada pandangan filosofis, teologis atau penelitian ilmiah lain yang bisa menjelaskan misteri Tritunggal Mahakudus ini dengan sepenuhnya. Ini adalah misteri iman dan karena itu  hanya bisa dipahami dengan “mata iman.”

Sebagai sebuah dogma, Tritunggal Mahakudus ini adalah rumusan iman yang diungkapkan oleh Tuhan, yang disajikan oleh Magisterium Gereja berdasarkan refleksi atas sejarah karya keselamatan Allah atas dunia dan karena itu hanya dapat dimengerti dengan “mata iman.

Oleh karena itu, doa Santo Paulus menjadi sangat penting hari ini: “Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus...” (Ef 1: 16-18)

Dalam Ulangan 4: 32-34, 39-40, Musa mengingatkan kita tentang keagungan Allah dalam karya penciptaan alam semesta dan karya penyelamatan manusia. Tidak ada Allah lain seagung dan sehebat Allah kita yang terlibat langsung dalam pergumulan hidup kita. Oleh karena itu, Musa mendorong kita untuk memperkuat iman kita kepada Tuhan yang Mahaagung itu dengan berpegang teguh pada ketetapan dan perintah-perintah-Nya.

BACA JUGA:  Engkau Saudaraku, Engkau Berarti Bagiku

Dalam bacaan dari Roma 8: 14-17, tanpa bermaksud menawarkan suatu pengajaran yang sistematis  tentang Tritunggal Mahakudus, Santo Paulus menyajikan tiga Pribadi Ilahi dalam bentuk dan tindakan  mereka yang sangat konkret: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa!” (Rom 8: 14-15

Sementara Injil Matius 28: 16-20 mewartakan kepada kita bahwa Yesus sendiri mengungkapkan tiga Pribadi Ilahi kepada para murid-Nya dan juga kepada kita melalui perintah: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Mat 28: 19). Dan ini adalah rumusan Trinitas dalam iman kita. Oleh karena itu, setiap doa tulus yang diungkapkan atas nama Tritunggal Mahakudus pasti memiliki  keunggulan tersendiri.

Hari ini, Gereja mengingatkan kita bahwa tiga Pribadi Ilahi ini tidak terbagi dalam tindakan kasih karunia mereka. Sebaliknya, mereka bekerja dan berjalan bersama. Mereka memiliki misi yang sama, yaitu penyelamatan dunia. Bapa mengutus Anak untuk menebus dunia (Yoh 1: 1-3). Bapa dan Putera mengutus Roh Kudus kepada kita sebagai Penasihat dan Pembela kita.

Tidak ada satu pun dari tiga Pribadi Ilahi yang memiliki dominasi absolut dari periode atau waktu tertentu. Hal ini jelas karena meskipun terdiri dari tiga Pribadi yang berbeda, mereka tetap memiliki satu hakikat. Mereka selamanya satu tak terpisahkan.

Maka doa Yesus kepada Bapa-Nya: “Supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu” (Yoh 17: 22) adalah doa yang muncul dari kasih Tritunggal Mahakudus. Oleh karena itu, seluruh Gereja dan setiap keluarga yang membentuk Gereja universal adalah sakramen Tritunggal Mahakudus, dan karenanya harus dicirikan oleh cinta dan persatuan.

BACA JUGA:  Keluarga Kudus Nazaret, Model Keluarga Kristiani

Oleh karena itu, kesatuan Tritunggal Mahakudus yang kita rayakan pada hari ini adalah model persatuan kita. Kita memiliki banyak pelajaran untuk diteladani dari kesatuan Tritunggal Mahakudus ini. Dan yang terpenting adalah bahwa seperti Tritunggal Mahakudus, kita dapat hidup dan bekerja bersama sebagai satu keluarga Allah. Ini karena kita memiliki citra Tuhan yang satu dan sama, dan dibaptis oleh Roh Tuhan yang sama yang telah memeteraikan kita (Ef 4: 30).

Jadi, terlepas dari kepribadian dan perbedaan individual kita, persatuan adalah sangat mungkin dan merupakan pilihan mendasar demi kebaikan dan keselamatan kita.

Sekali lagi, perayaan hari ini memberikan banyak hal penting tentang persatuan dalam hal: hubungan, persahabatan, pernikahan, keluarga, komunitas kita dan aneka bentuk kehidupan bersama yang lain. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa terlepas dari bakat, karunia, status sosial dan ekonomi kita yang berbeda, kita tetap dapat hidup bersama dan bekerja bersama untuk kebaikan dan keselamatan kita dan untuk kebaikan dan keselamatan dunia.

Akhirnya, perayaan Tritunggal Mahakudus pada hari ini mengingatkan kita bahwa jika kita tetap bersatu, maka segala perbedaan yang kita miliki bukanlah sebuah kelemahan yang menyebabkan perpecahan melainkan sebuah kekuatan untuk menata dan membangun  suatu kehidupan bersama yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi kita semua. Atas cinta dan persatuan Tritunggal Mahakudus yang menjadi model persatuan kita, marilah kita memuji Tritunggal Mahakudus dengan berseru: “Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang dan selama-lamanya.” Amin.

Selamat Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Tuhan memberkati.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here