Hanya dengan Iman, Kita Bisa Pahami Tritunggal Mahakudus

17
Romo John Kota Sando, Pr

Oleh Romo John Kota Sando

TEMPUSDEI.ID (30 MEI 2021)

Sekalipun manusia mendapatkan kemuliaan martabatnya dengan menjadi citra (gambar) Allah, namun tidak berarti ia menjadi sama dengan Allah. Dia tetaplah seorang manusia dengan segala kekurangan dan kelemahan yang melekat pada dirinya. Maka benarlah kata Nabi Yesaya bahwa manusia di hadapan Tuhan  “Sesungguhnya seperti setitik air di dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca” (Yes.40:15).

Oleh karena itu tak semua hal ihwal kehidupan ini dapat dipahami manusia secara utuh, bahkan ada yang tidak dimengerti sama sekali. Itulah sebabnya Allah menganugerahkan karunia pengetahuan dan karunia iman kepada setiap manusia, agar dengan karunia-karunia itu ia dapat memahami dan menerima misteri kehidupan ini dengan kekuatan akal sehat dan imannya.

Boleh jadi Tuhan menciptakan sesuatu yang rumit dalam hidup ini, agar iman menjadi satu-satunya jalan untuk memahami misteri kehidupan ini yang  tersembunyi namun nyata itu.

Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Tritunggal Mahakudus. Berabad-abad lamanya misteri Tritunggal Mahakudus ini coba ditelaah secara akal sehat manusia, namun otak manusia yang sedikit itu tidak dapat menjelaskan secara terang-benderang bagaimana Allah yang satu memiliki tiga pribadi, tetapi tetap merupakan satu pribadi Allah yang tak terpisahkan satu sama lain.

Ia tak kelihatan secara kasat mata, tetapi kehadiran dan pengaruhNya sangat dirasakan dalam dinamika kehidupan manusia. Sebagaimana Tuhan hanya menganugerahi dua mata, dua telinga dan satu mulut kepada manusia, sebaiknya kita tak perlu menghabiskan banyak waktu dan energi untuk membahas misteri Tritunggal Mahakudus ini. Karena dengan satu mulut kita tidak akan dapat menguraikankan  bagaimana misteri agung itu hadir dan bekerja dalam kehidupan manusia. Biarlah mata kita yang melihat bagaimana Ia bekerja secara luar biasa dalam kehidupan kita.

BACA JUGA:  Apa Arti Sebuah Nama: Nama Baik adalah Harta Terbesar

Biarkanlah telinga kita yang mendengar dari mulut para saksi iman bagaimana Allah  senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan besar dan ajaib atas hidup kita hingga saat ini dan sampai kapanpun. Itulah cara Tuhan bekerja dan  menjelaskan segala sesuatu kepada kita tentang diri-Nya dan  segala hal ihwal kehidupan ini.

Juga perlu disadari bahwa misteri Tritunggal Mahakudus tidak dapat dijelaskan dan dipahami secara analogis, sekalipun dengan contoh yang paling konkret dari pengalaman hidup kita. Satu-satunya jalan untuk memahami dan menerima  misteri ini adalah iman.

Dengan iman kita menjadi sadar bahwa Tuhan yang dirasa begitu jauh, ternyata sangat dekat dengan kita, bahkan ada di hati kita. Bukankah diri kita adalah Kenisah Allah? Dengan iman, misteri pribadi Tuhan yang dirasa tak terjangkau oleh akal pikiran manusia itu, menjadi sangat jelas ketika cintaNya berbicara secara nyata dalam kehidupan kita.

Dengan iman kita menjadi rendah hati untuk membiarkan Allah sendiri yang berbicara mengenai segala sesuatu tentang hidup ini, sehingga dengan iman kita   berpasrah total kepadaNya. Iman itu membuka pintu rahmat Tuhan di setiap hal dalam kehidupan kita. Ketika kita berada di jalan hidup yang buntu, iman-lah yang membuka jalan lain menuju kebahagiaan. Iman dapat mengubah dan mengalahkan segalanya. Imanlah yang meyakinkan kita, bahwa sekalipun ada seribu jalan yang tertutup bagi kita, tetapi ada satu jalan bahagia yang Tuhan siapkan untuk kita masing-masing, yakni Jalan Yesus PuteraNya yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup itu sendiri.

Bacaan-bacaan Kitab Suci yang kita renungkan hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup kita tidak akan ada artinya tanpa kehadiran dan penyertaan Allah Tritunggal Mahakudus. Kehadiran Allah Bapa sebagai Pencipta menjadikan diri kita begitu berharga di mata-Nya, karena kita adalah citra-Nya. Kehadiran Putera-Nya Yesus Kristus sebagai Penyelamat membuat martabat kita sebagai Anak Allah. Sebagai Allah Roh Kudus, Ia meyakinkan kita bahwa sabda Yesus Putera-Nya “Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman” (Mat.28:20) menjadi nyata dan terbukti dalam kehidupan kita.

BACA JUGA:  Menemukan Tuhan di Sini dan Kini

Perintah Yesus kepada para murid-Nya, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat.28:20) menjadi berkat istimewa atas kehidupan kita. Dengan rahmat pembaptisan yang kita terima, maka seluruh kekuatan Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus dicurahkan kepada kita semua. Jika kekuatan itu masih kita rasakan hingga saat ini, maka itu artinya kita masih berada dalam kesatuan yang erat dengan Allah Tritunggal Mahakudus. Tetapi jika egoisme dan kesombongan begitu kuat menguasai diri kita, maka jangan pernah berharap bahwa kekuatan dan penyertaan Allah itu masih ada dalam diri kita.

Bahagia atau tidaknya hidup kita sangat tergantung pada suasana yang ada dalam hati dan pikiran kita. Karena hidup yang positif berasal dari suasana hati dan pikiran yang positif. Hidup yang penuh syukur berasal dari suasana hati dan pikiran yang penuh syukur. Hidup yang penuh damai berasal dari suasana hati dan pikiran yang penuh damai. Hidup yang penuh berkat berasal dari suasana hati dan pikiran yang penuh berkat.

Dan akhirnya hidup yang penuh iman berasal dari suasana hati dan pikiran yang penuh iman.

Salve dan Berkat Tuhan dari Merauke

Facebook Comments

1 KOMENTAR

  1. Shalom bapak, ibu saudara/i di manapun berada. Apakah ada diantara bapak/ ibu/ saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael? Ini adalah kalimat pengakuan iman orang Yahudi yang biasa diucapkan pada setiap ibadah mereka baik itu di rumah ibadat atau sinagoga maupun di rumah. Yesus juga menggunakan Shema untuk menjawab pertanyaan dari seorang ahli Taurat mengenai hukum yang utama. Kita dapat baca di Ulangan 6 ayat 4 dan pernah juga dikutip oleh Yesus di dalam Injil Markus 12 : 29. Dengan mengucapkan Shema, orang Yahudi mengakui bahwa YHWH ( Adonai ) Elohim itu esa dan berdaulat dalam kehidupan mereka. Berikut teks Shema Yisrael tersebut dalam huruf Ibrani ( dibaca dari kanan ke kiri seperti huruf Arab ) beserta cara mengucapkannya ( tanpa bermaksud untuk mengabaikan atau menyangkal adanya Bapa, Roh Kudus dan Firman Elohim yaitu Yeshua haMashiakh/ ישוע המשיח, yang lebih dikenal oleh umat Kristiani di Indonesia sebagai Yesus Kristus ) berikut ini Teks Ibrani Ulangan 6 ayat 4 : ” שְׁמַ֖ע ( Shema ) יִשְׂרָאֵ֑ל ( Yisrael ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֱלֹהֵ֖ינוּ ( Eloheinu ) יְהוָ֥ה ( YHWH [ Adonai ] ) אֶחָֽד ( ekhad ) ” Lalu berdasarkan halakha/ tradisi, diucapkan juga berkat: ” ברוך שם כבוד מלכותו, לעולם ועד ” ( ” barukh Shem kevod malkuto, le’olam va’ed ” ) yang artinya diberkatilah nama yang mulia kerajaanNya untuk selama-lamanya ” ). Apakah ada yang mempunyai pendapat lain?. 🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜🕯️🕍🤴🏻👑🇮🇱🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🐏🐑🐐🐂🐎🦌🐪🐫🦁🦅🕊️🐍₪

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here