Merliaty Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur Berjibaku Selamatkan Korban Banjir

9007
Merliaty Praing br Simanjuntak menerjang lumpur untuk membantu korban banjir. (foto: ist)

WAINGAPU, (TEMPUSDEI.ID, 7 APRIL 2021)

Merliaty bersama masyarakat pemberani dan peduli

Merliaty Praing br Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur nekad menerjang lumpur kental pekat setinggi 1 meter untuk menolong korban banjir di tempat terisolir akibat bajir bandang yang menerjang Sumba Timur.

Keputusan tersebut sesungguhnya sangat berisiko sebab, lumpur yang dia dan kawan-kawan seberangi di desa Kiritana, bersebelahan dengan sungai besar yang arusnya deras. Sementara itu badan jalan sudah longsor. Jika tanggul jebol, maka sangat mungkin dia dan teman-teman menjadi korban. “Tapi  kalau tidak berani, maka akan ada banyak korban. Sekitar 800-an orang yang terancam kelaparan, kedinginan dan sakit. Kalau tidak pergi ke lokasi saat itu, malamnya pasti saya tidak bisa tidur,  bayangin penderitaan mereka,” jelasnya kepada tempusdei.id yang menghubunginya dari Jakarta.

Bahu membahu membantu korban

Ternyata dampak dari “kenekadannya” mengarahkan banyak mata ke lokasi tersebut dan segera dilakukan penanganan dengan skill khusus untuk membantu para korban. “Puji Tuhan!” serunya.

Menyangkut sikap nekadnya, wanita Batak ini mengatakan, “Saya cuma melakukan yang seharusnya kita lakukan sebagai panggilan kemanusiaan, tapi  mungkin jadi menggerakkan banyak orang karena banyak yang posting.”

“Saya membayangkan mereka menderita kelaparan dan kedinginan, terutama yang rentan seperti ibu hamil, anak-anak termasuk bayi, juga Lansia. Belum lagi mereka dalam ketakutan kalau-kalau banjir yang lebih besar lagi datang,” ujar Merliaty lagi.

Dia khawatir banyak masyarakat yang jadi korban bukan karena diterjang banjir, tapi karena kelaparan, kedinginan dan ketakutan. “Kami tidak mau mereka jadi korban karena lapar, kedinginan dan ketakutan,” jelasnya.

Yang terlintas dalam pikirannya adalah segera bertindak dengan cara apa pun. “Mungkin karena dulu saya anggota Resimen Mahasiswa, ya jadi  terbawa dalam keseharian, apalagi kami sekolah Pamong Praja dididik untuk cepat bertindak dalam situasi darurat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Perusahaan Jamu Sidomuncul Sumbang 650 Juta Rupiah untuk Korban Banjir di Flores

Setelah tindakan nekad tersebut, Merliaty menggerakkan masyarakat dan volunteer untuk membuka Dapur PKK. Dia mengontak para kenalannya untuk bersama-sama bergerak dan menjadi sukarelawan, menolong dengan dana maupun bahan mentah yang ada.  Dan agar bantuan tidak tumpang tindih, dia berkoordinasi dengan Pemda, jaringan relawan.

Saat ini, sebagai Ketua PKK Sumba Timur, dia sudah berpikir untuk melakukan penanganan pasca bencana. “Penanganan tahap ini  jelas sangat penting terutama anak-anak dan balita karena angka stunting dan gizi buruk Sumba Timur cukup tinggi,” jelasnya lagi. (tD/EDL)

 

Facebook Comments

6 KOMENTAR

  1. Saya bangga dengan kenekatan Ibu.
    itUlah pemimpin yg diidamkan rakyat .yg mengayomi rakyatnya disaat kesulitan .🙏🙏🙏

  2. Menjadi pemimpin haruslah menjadi pelayan, kami bangga dengan pelayanan ibu Merlyati sebagai pemimpin, Tuhan berkai

  3. Salut utk ibu Merliati Praing. Inilah sosok2 yg patut diteladani krn tidak merasa nyaman saja dalam zona yg bersifat pribadi. God Blessed

  4. Mauliate ito merliaty simanjuntak. Sai anggiat dipasupasu Tuhan sude akka pendudu NTT. Baen ma akka nadenggan tu masyarakat mi. Horass.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here