Puisi-puisi Simply da Flores untuk Paus Fransiskus – Apresiasi atas Kunjungannya ke Irak

275
Paus Fransiskus
Paus Fransiskus dan ulama Syiah Ali al-Sistani.

TEMPUSDEI.ID (7 MARET 2021)

OASE DI PADANG GURUN LARA NESTAPA

Ada hati lara nestapa
Ada raga luka derita
Ada ribuan mulut haus dahaga kasih sayang sesama
Ada jutaan jiwa lapar cinta persaudaraan
Mengembara di padang pasir kering
Penuh debu dendam
dibakar terik marah dan kobaran api senjata kesombongan

Adakah secercah cahaya di malam panjang ketakpastian
Adakah setetes embun kasih sayang di ladang pasir derita
Mungkinkah temukan oase cinta di gersang gurun hampa harapan

Masih adakah sesama saudara di bumi ini
bagi semua korban kebrutalan oleh mereka yang jiwanya  dicengkeram laknat
Dan yang kehilangan nurani tanpa nalar waras dibudak iblis ?

Wahai Fransiskus
Doamu, laksana nyala lilin bagi kegelapan malam duka lara kami
Kehadiranmu, menjadi obat luka derita kami

Solidaritasmu, sepotong roti untuk kelaparan jiwa kami
Kasih sayangmu tulus adalah Oase di gersang padang gurun ketakpastian nasib hidup yang mendera kami

Kunjunganmu
adalah guyuran hujan di kemarau panjang derita negeri kami
dan  munculnya mata air di kekeringan tanah Abraham
Bapa leluhur berbagai agama dan suku bangsa dunia
Shubannallah
Allahuakbar
Syukur Alhamdulillah
Amin YRA

ZIARAH CINTA SANG GEMBALA UMAT

Tinggalkan tapak di negeri Argentina
Umatmu tak kuasa menahan
Lantaran dipercaya menjadi pemimpin gereja se dunia
Paus Fransiskus

Dari Roma Vatikan doamu mengalir menyatu dalam samudera damba segenap manusia
Engkau gembala
Umat Katolik dunia dalam ziarah iman di atas bumi ini
agar membawa cinta kepada sesama manusia dalam nama Yesus Kristus Sang Raja alam semesta
Dari tahtamu,
sebagai hambanya para hamba
Penerus tongkat kegembalaan Petrus
Engkau datang ke berbagai negara

Menangis bersama yang kehabisan air mata duka lara
Merintih dalam luka derita mereka yang tak mampu bersuara
Berdoa bersama yang kehabisan kata

BACA JUGA:  Pelangi Mewangi, Puisi Weinata Sairin

Langkah jiwamu dari hati ke hati insani
Tapak-tapak kasihmu
Jejak solidaritasmu
dari luka derita ke lara nestapa sesama saudara di berbagai wilayah dan negara

Tanganmu kausalami sekian banyak telapak penguasa dan pimpinan agama
Untuk tawarkan persahabatan dan wartakan perdamaian

Suaramu berembus membelai mereka yang putus harapan
Karena engkau sadari dirimu cuma alat di tangan Sang Raja Semesta Alam

Hidupmu telah dimeteraikan sebagai Peziarah Abadi untuk
membagi kasih sayang
Menjadi duta cintaNya
Menjadi hamba dan pelayan sahaja
Agar
Kemuliaan bagi Allah
Berkat bagi sesama
Dialami manusia

Ziarahmu Sang Gembala umat
Tinggalkan bekas telapak pada ingatan
Ciptakan jejak makna
Bahwa kebenaran kasih asali insani
Hakikat persaudaraan kodrati
“Sesama Saudara”
antar semua manusia
Adalah saling mengasihi sebagai ciptaan Ilahi
Agar dunia damai sampai ajal menjemput kembali menghadap Ilahi

MoFlores, 05-03-2021

Ketika Paus Fransiskus mengunjungi keluarga Irak di pengungsian di Bulgaria tahun 2019.

MENAPAKI JEJAK

Ketika anak generasi milenial lupa lalai pada sejarah asali
Abraham Sang Bapa Bangsa manusia hadirkan sang hamba untuk membuka sejarah zaman purba di wilayah tanah Asia

Bahwa
Tiga kelompok agama  percaya dan mengakui berasal dari padanya yaitu Yahudi Kristen dan Islam

Bahwa wasiat keturunan Abraham menyebar ke seluruh sejarah bangsa dunia
Seperti bintang di langit
dan pasir di laut

Hamba itu Paus Fransiskus
Pemimpin umat Gereja Katolik
Datang ke tanah Irak
Menapaki jejak-jejak sejarah
asal usul leluhur perjanjian

Tali relasi persaudaraan insani
Rahim darah kemanusiaan asali
Untuk saling berbagi
Untuk saling memberi
Bukan iri dan dengki
Bukan hanya ingat diri
Tetapi saling mengasihi sesama saudara manusia
seperti mengasihi diri sendiri

Perbedaan pribadi, suku, ras dan agama adalah alami kodrati
Untuk saling melengkapi karena saling membutuhkan
Tidak ada yang meminta dilahirkan berbeda
Tetapi…..
Hanya rencana dan kehendak Pencipta

BACA JUGA:  Puisi-puisi Filsiane Mithan tentang Ibu dan Ayah

Hari ini…
Ketika hamba itu menapaki jejak-jejak sejarah di bumi Irak
Nalar kita disobek
Hati dunia disibak
Jiwa insani dihentak
Untuk kembali sadari
Amanah kodrati
Wasiat asali
Perintah Ilahi

“Saling mengasihi sesama sudara seperti mengasihi diri sendiri”

Paus Fransiskus
Menapaki Jejak-jejak sejarah leluhur di Irak
Adalah
jejak darah dalam raga
tapak ilahi dalam jiwa
Setiap anak manusia sepanjang sejarah kehidupan di bumi
Sampai kembali
ke pangkuan Sang Ilahi

Mof, 06-03-2021

Simply da Flores, Alumni STF Driyarkara

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here