Pastor Katolik dari Ordo Dominikan ini Sedang Kembangkan Vaksin Covid-19 untuk Orang Miskin

8054
Pastor Nicanor Robles Austriaco, OP

TEMPUSDEI.ID (7/2/21)

Banyak yang mengira bahwa para pastor atau imam Katolik hanya bekerja di seputar altar. Atau malah ada menyebut mereka sebagai “tukang misa”, padahal para imam dengan talenta masing-masing terbuka melayani di berbagai bidang seperti pendidikan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebudayaan dan sebagainya. Meski begitu, imam tetaplah imam yang adalah abdi Kristus.

Pastor Nicanor Robles Austrian adalah seorang ilmuwan, ahli mikrobiologi, dan profesor Filipina-Amerika, dan imam dari Ordo Dominikan. 20 tahun terakhir ia menggunakan sel ragi untuk memelajari dasar molekuler kanker.

Saat ini Pastor Nicanor sedang mengembangkan vaksin korona. Jika berhasil, vaksin ini akan menjadi harapan besar bagi jutaan orang miskin di dunia dan populasi umum. Untuk mengetahui karya dan pribadinya, berikut wawancara Aleteia.org. Tempusdei.id kemudian menerjemahkan dan menyunting seperlunya untuk Anda:

Bagaimana ceritanya Pastor menjadi ilmuwan? Ini mungkin tampak seperti kombinasi yang tidak biasa bagi banyak orang. Boleh cerita?

Saya bertemu Tuhan saat menyelesaikan Ph.D di bidang Biologi di MIT di Amerika Serikat. Jadi saya adalah ilmuwan terlebih dahulu sebelum ditahbiskan menjadi imam. Ini tidak biasa, tetapi tidak harus seperti itu. Seperti yang diingatkan oleh St. Yohanes Paulus II kepada Gereja:  “iman dan akal adalah pemberian dari Tuhan”.

Menurut Pastor, apakah Covid itu kutukan, pertanda akhir zaman atau apa? Apakah virus ini apokaliptik?

COVID-19 merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus korona baru yang telah menjadi pandemi. Dunia pernah mengalami pandemi sebelumnya dan akan mengalaminya lagi. Pandemi adalah bagian dari jalinan sejarah. Dari perspektif teologis, itu bisa menjadi waktu penyucian dan pembaruan.

Apakah vaksin yang dikembangkan aman? Apakah aman untuk divaksinasi, dan haruskah umat Katolik divaksinasi?

Vaksin yang dianggap aman selama uji klinis tetap aman. Setiap orang harus divaksinasi untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai. Tuhan telah memberi para ilmuwan kemampuan untuk membuat vaksin COVID-19 dalam waktu singkat. Kita sekarang harus menggunakan vaksin ini untuk melindungi orang tua dan mereka yang paling rentan terhadap penyakit untuk mengakhiri pandemi. Ini dilakukan oleh banyak pemerintah di seluruh dunia. Tanpa vaksin, orang akan terus sakit dan sebagian akan terus meninggal, terutama orang lanjut usia.

BACA JUGA:  Pastor Markus Marlon, Imam yang Diminta Oleh Dewi Cinta untuk Terus Menulis Itu Telah Tiada

Apakah layak dan mungkin mengembangkan vaksin untuk orang miskin?

Yang miskin dikasihi Tuhan. Kita harus menyediakan vaksin COVID-19 untuk mereka tanpa biaya. Ini adalah hal etis yang harus dilakukan, karena kita harus memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkan, dan hal ilmiah yang harus dilakukan, karena orang miskin seringkali tinggal di daerah padat penduduk yang cenderung menjadi tempat virus. Jika kita ingin memberantas virus, maka kita harus memvaksinasi semua orang, terutama mereka yang paling rentan sakit.

Bagaimana kemajuan pengembangan vaksin yang Pastor lakukan?

Saya adalah seorang ahli biologi molekuler ragi. Saya mencoba mengembangkan sistem pengiriman vaksin ragi untuk COVID-19 yang akan lebih murah dan mudah diterapkan daripada vaksin standar yang tersedia saat ini. Itu ide yang gila, tetapi ada banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa sistem pengiriman vaksin ragi dapat bekerja. Saya meletakkan lab saya pada proyek ini setelah mempelajari tentang tantangan yang akan dihadapi orang Filipina dalam memperoleh dan menggunakan vaksin yang dikembangkan di dunia pertama. Kami telah memulai pengembangan vaksin dan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menentukan apakah itu efektif pada model hewan.

Siapa yang mendanai penelitian Anda? Berapa biaya vaksin yang Anda kembangkan? Apakah Anda sudah memiliki sponsor atau donatur?

Saya mendapat dana kecil dari Providence College yang mendukung tahap praklinis dari rencana pengembangan vaksin kami. Untuk saat ini, tujuan utama kami adalah mengembangkan sistem dan kemudian menguji sistem pada tikus untuk melihat apakah itu berfungsi. Jika vaksin berhasil pada hewan, maka saya harus menelusuri langkah selanjutnya. Saat ini saya tanpa sponsor atau donatur, dan saya tidak sedang mencari mereka untuk saat ini. Tuhan telah memberi kami cukup dana untuk memulai pekerjaan. Saya tahu Dia akan menyediakan apa yang kita butuhkan nanti jika ini berhasil. Kami belum memiliki nama untuk vaksin tersebut, karena kami masih mengembangkannya. Proyek tersebut dinamakan “Project Pagasa”, yang berarti “harapan” dalam bahasa Filipina.

BACA JUGA:  Uskup Mandagi Dua Kali Lolos dari Rencana Serangan Bom Bunuh Diri, ini Wawancara Langsung dengan Uskup Mandagi

Akhirnya, apa yang Anda anggap sebagai vaksin terbaik untuk jiwa, dalam menghadapi depresi, kesedihan, dan keputusasaan?

Persahabatan pribadi dan intim dengan Yesus Kristus, Juruselamat dunia!

 

Facebook Comments

2 KOMENTAR

  1. Rancangan Tuhan memang tak ada yang mustahil melalui karya Pastor dan tim misionaris Tuhan Yesus menyatakan kemuliaan-Nya. Kiranya penciptaan antivirus Corona / covid19 untuk orang-orang miskin di dunia dapat berhasil ditemukan, Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here