Memantik Terang dari Padang Sabana Fulan Fehan dengan Komunitas Literasi Terang

122
Membangun harapan dari komunitas literasi

Atambua, NTT, TEMPUSDEI.ID (25/1/21)

Dari padang sabana Fulan Fehan, Atambua, NTT,  pada 24 Januari 2021 sejumlah anak muda, dalam segala kesederhanaan dan keterbatasan telah meluncurkan sebuah komunitas literasi yang diharapkan menjadi pijar penerang bagi masyarakat sekitar. Komunitas ini bernama “Komunitas Literasi Terang”.

Seperti dijelaskan oleh ketua komunitas Seven Tato, komunitas ini lahir dari keterpanggilan atau keprihatinan pemuda dan pemudi di tapal batas  Lakaan terhadap sangat rendahnya tingkat literasi di daerah mereka. Mereka khawatir, jika tidak ada tindakan konkret dan maju, masyarakat akan mengalami buta aksara.

Kegiatan ini dihadiri 20 orang anggota Terang Lakaan sendiri. Mereka berasal dari berbagai tingkat pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi. Dalam kegiatan ini mereka menerapkan protokoler kesehatan.

Untuk memberi bobot pada acara peluncuran ini, panitia melakukan diskusi tentang “Pentingnya Peran Pemerintah dan Lembaga Masyarakat terhadap Literasi di Pandemi Covid-19”.

“Kita sebagai pemuda Lakaan bersyukur bisa meluncurkan komunitas ini meski di tengah pandemi, kita yakin dan percaya komunitas literasi ini akan sangat membantu teman-teman semua di bidang pendidikan dan juga sebagai wadah untuk mendukung pemerintah di bidang pendidikan,” ucap Seven Tato. Ditambahkannya, “Kita bergerak dari hal kecil dengan menggunakan medote tertentu agar menarik simpatik semua penggiat literasi dan kita berharap tetap produktif dan total untuk kemanusiaan di bidang pendidikan.”

Koleksi buku komunitas ini masih sangat terbatas. Mereka membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Kalau ada yang menyumbang buat kami, sumbanglah buku. Kami pasti sangat gembira dan bersyukur,” kata Seven. (Mario)

Facebook Comments

BACA JUGA:  Perdana Menteri Irak Mendorong Orang Kristen untuk Kembali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here