Merefleksikan Hidup untuk Hidup Bijaksana

118

Oleh Pater Remmy Sila, CSsR, Superior Redemptoris Samoa, Provinsi Redemptoris Oceania

TEMPUSDEI.ID (8/11) –  Tuhan senantiasa mengundang kita untuk merenungkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan bukan sekadar pengetahuan intelektual atau pemahaman tentang sesuatu. Kebijaksanaan lebih berkaitan dengan pengetahuan yang membantu kita untuk hidup dengan benar dan baik. Kebijaksanaan adalah pengetahuan praktis tentang apa yang harus kita lakukan dalam berbagai situasi sehingga hidup menjadi benar dan baik.

Kitab Kebijaksanaan 6: 13-17 mewartakan kepada kita bahwa kita harus mencintai dan mencari kebijaksanaan jika kita ingin hidup dalam kebijaksanaan. Kita hendaknya meluangkan waktu khusus dalam hidup kita dari waktu ke waktu untuk merenungkan dan merkeflesikan bagaimana kita dan orang lain sebenarnya hidup. Hanya dengan merenungkan dan merefleksikan hidup, kita dapat menemukan dan memahami dengan jelas bahwa beberapa cara hidup kita membawa kedamaian dan kebahagiaan serta kesadaran yang mendalam akan Tuhan. Sementara cara hidup yang lain mungkin membawa kebahagiaan sesaat, tetapi bukan kebahagiaan kebijaksanaan. Cara hidup seperti itu mungkin mendatangkan kedamaian sesaat, tetapi tidak akan mampu menopang kedamaian batin yang bersifat abadi.

Salah satu aspek dari kebijaksanaan adalah bahwa kita hendaknya belajar dari kesalahan kita. Maka jika orang yang sama melakukan kesalahan yang sama terus menerus, berarti ada sesuatu yang tidak benar. Namun perlu diingat juga bahwa kebijaksanaan tidak menyiratkan bahwa kita tidak akan pernah melakukan kesalahan, tetapi menegaskan bahwa kita bisa belajar dari kesalahan kita dan belajar untuk melakukan yang benar dan baik. Dengan demikian kita bisa hidup lebih baik dan lebih benar dalam hidup kita selanjutnya.

Sementara itu, Surat Pertama dari Santo Paulus kepada Jemaat di Tesalonika  (1Tes 4: 13-18) mewartakan kepada kita tentang kedatangan Tuhan pada akhir zaman yang akan datang dan nasib orang-orang yang meninggal.

BACA JUGA:  Irwan "Sido Muncul" Hidayat: Kerja Kemanusiaan Harus Disyukuri dan Diapresiasi

Ada begitu banyak tulisan tentang akhir zaman. Ada  begitu banyak nubuat tentang apa yang akan terjadi ketika dunia berakhir. Juga ada begitu banyak cerita tentang nasib orang-orang yang sudah meninggal. Santo Paulus mengingatkan dan meneguhkan kita agar kita tidak berdukacita seperti orang yang tidak mempunyai pengharapan. Kita tidak perlu cemas dan takut. Bagi kita yang percaya dan mengikuti Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Penebus yang telah mati dan bangkit, akan mati dan bangkit bersama Dia pula untuk selamanya bersama Dia. Berada bersama Tuhan untuk selamanya ini merupakan penghiburan luar biasa bagi kita yang sering takut akan kematian yang kapan saja bisa datang menimpa kita.

Sementara Santo Matius, Rasul dalam Matius 25: 1-13 menceritakan kepada kita kisah tentang orang yang bijak dan orang yang bodoh. Orang bijak selalu berpikir jauh ke depan dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik tetapi orang bodoh tidak pernah berpikir jauh ke depan dan karena itu tidak pernah ada pertimbangan tentang segala kemungkinan yang bisa terjadi. Melalui perumpamaan ini, Yesus mengundang kita untuk merefleksikan hidup kita sendiri dan menemukan hikmat kebijaksanaan dari pengalaman hidup kita sendiri untuk hidup lebih bijaksana. Setidaknya salah satu kebijaksanaan yang bisa diperoleh adalah bahwa kita bisa meninggal kapan saja dan karena itu kita harus siap untuk bertemu dengan Tuhan kapan saja. Tentu saja Yesus tidak bermaksud menakut-nakuti kita, tetapi Ia ingin mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini hanya bersifat sementara. Kita hendaknya selalu sadar bahwa masih ada kehidupan lain yang menjadi tujuan hidup kita yaitu kehidupan kekal. Untuk itu, hendaknya kita selalu mempersiapkan diri agar ketika Tuhan datang, kapan pun waktunya,  kita selalu dalam keadaan siap untuk memasuki “ruang perjamuan kawin” yaitu kehidupan kekal dan kebahagiaan abadi. Tentu kita selalu mempunyai kebebasan untuk memilih: untuk hidup bersama Tuhan selamanya atau terpisah dari Tuhan selamanya. Dan untuk itulah kebijaksanaan dari Allah akan sangat membantu kita dalam menentukan pilihan. Selamat merenung dan selamat memilih.

BACA JUGA:  OH, SOPHIA!

Tuhan memberkati.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here