Mempertahankan Semangat Menyambut Pesparani 2 di Kupang, Panitia Gelar “LP3KN Virtual Choir Festival”

99

Jakarta, TEMPUSDEI.ID (15/10/2020) – Mestinya pada 28 Oktober 2020, perhelatan Pesparani 2 digelar di Kupang, NTT. Pesparani ini, seperti Pesparani 1 di Ambon sedianya akan dihadiri oleh ribuan penyanyi dan peserta aneka acara lain dari 34 provinsi. Dalam acara tersebut, setiap kontingen berupaya melakukan yang terbaik memperebutkan medali terbanyak dari berbagai jenis lomba paduan suara, lomba mazmur, lomba cerdas cermat dan lomba tutur Kitab Suci.

Namun apa boleh buat! Merebaknya Covid-19 memaksa Panitia dan Pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama untuk menunda acara yang sudah ditunggu-tunggu itu. Meski begitu Panitia dan Pemerintah tetap berusaha melakukan kegiatan alternatif nan kreatif untuk mempertahankan semangat peserta. Pesparani sendiri masih dijadwalkan akan dilaksanakan pada 2021.

Adrianus Meliala, foto: Dokpen KWI

Seperti dijelaskan oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), Adrianus Meliala, Panitia akan menyelenggarakan “LP3KN  Virtual Choir Festival (L-VCF)” pada hari yang direncanakan untuk membuka Pesparani tersebut, yakni 28 Oktober 2020.

Penundaan tersebut bagi Gereja Katolik Indonesia adalah salah satu dari penundaan beberapa acara penting lain seperti kunjungan Sri Paus pada September lalu dan Sidang KWI yang sedianya dilaksanakan pada Oktober. “Jika saja tidak terjadi aral, maka itulah urutan acara-acara besar terkait Gereja dan Masyarakat Katolik Indonesia, yang lalu dipuncaki Pesparani Kupang,” jelas Adrianus kepada TEMPUSDEI.ID pada 14/10.

Mengingat Pesparani tidak bisa lagi diselenggarakan, LP3KN  selaku panitia tetap Pesparani Nasional, bersama-sama dengan jajaran LP3KD, mesti berpikir keras. Panitia merasa perlu merawat animo umat yang tinggi walau kesempatan bertemu secara fisik sulit sekali terjadi. Karena itu, sejak bulan April lalu, jajaran pengurus telah melakukan berbagai aktivitas yang pada dasarnya merupakan substitusi atau menggantikan acara-acara fisik yang sebelumnya telah direncanakan dan dipersiapkan.

Salah satu acara yang diharapkan mengobati kerinduan akan Pesparani Kupang adalah festival koor viftrual tersebut, akan diikuti 27 LP3KD. Masing-masing kontingen akan menampilkan lagu rohani dan lagu daerah mereka yang dinyanyikan secara virtual. Di antaranya, kontingen akan menghadirkan tayangan tentang kekayaan alam setempat dan testimoni dari Uskup dan Gubernur provinsi masing-masing.

Acara dikemas dengan konsep dialog antar pengamat yang khusus mengomentari kontingen yang bernyanyi dengan gerak dan lagu melalui screen komputer. Acara tersebut diselingi dengan kehadiran sejumlah artis Katolik ibu kota dan ditingkahi sapaan dari beberapa pejabat negara. Acara dimulai pada hari Sumpah Pemuda dan berlangsung setiap sore selama satu jam. Acara berakhir pada tanggal 6 November 2020. Puncaknya pada Hari Pahlawan, 10 November 2020, saat penghargaan akan diberikan bagi penampil-penampil terbaik.

“Semoga acara ini dapat berhasil dan dapat benar-benar mengobat kerinduan untuk berkumpul. Semoga acara ini menjadi simbol bagi keinginan kuat untuk tetap menyelenggarakan pesparani secara fisik pada tahun depan,” harap Adrianus. (tD)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here