Dari Belanda Pun Ikut Pelatihan Jurnalistik PERWAMKI – STT LETS

109
Mari bergabung dalam Pelatihan Jurnalistik.

Pelatihan jurnalistik Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) bersama STT LETS telah berlangsung satu kali pada 1 September 2020 dengan materi Dasar-dasar Jurnalistik yang dibawakan oleh Jonro I. Munthe. Pelatihan berlangsung selama tiga jam melalui zoom dengan dinamika diskusi yang berlangsung ramai.

Yang menarik, para peserta sangat beragam dan datang dari berbagai daerah, termasuk beberapa peserta dari Belanda. Wensya dari Belanda mengaku, mau bergabung dalam pelatihan ini karena ingin menyegarkan ilmu dan pengalamannya dalam bidang jurnalistik. Wanita yang bekerja sebagai sekretaris ini mengaku berminat dalam bidang tulis menulis, dan karenanya berharap mendapatkan wawasan dan motivasi yang berguna.

Paul Maku Goru

Pelatihan akan diadakan setiap Selasa malam, pukul 19.30 WIB selama September 2020. Sesi kedua pelatihan akan berlangsung pada 8/9 dengan materi tentang sikap atau sifat yang harus dimiliki seorang wartawan dan bagaimana teknik mengumpulkan dan menulis sebuah berita. Sesi ini akan didampingi oleh dua orang pemateri, yakni Agus R. Panjaitan dan Paul Maku Goru.

Agus Panjaitan

Tentang sesi tersebut, Agus menjelaskan, ia akan menunjukkan sikap atau sifat yang harus dimiliki seorang wartawan. “Otak seorang wartawan harus benar-benar aktif, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, bahkan skeptic, tapi jangan norak,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap wartawan adalah pembawa kabar baik, artinya, kabar yang diwartakan oleh wartawan sepatutnya berguna bagi pembaca. Wartawan juga lanjut Agus harus mampu menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial, mengedukasi masyarakat dan membela kepentingan umum. “Dan salah satu syarat utama untuk menjadi wartawan adalah memiliki sense of news,” jelas Agus.

Sementara itu kata Paul Maku Goru, berita yang wartawan sajikan kepada pembaca sangat tergantung dari kemampuan wartawan mengumpulkan materi berita. Dan untuk ini dibutuhkan keterampilan, pengalaman dan sense of news. “Kalau si wartawan tidak memiliki hal-hal tersebut, maka berita yang disajikannya akan asal-asalan saja. Bisa jadi yang tidak penting yang ia beritakan,” jelas Paul.

BACA JUGA:  Heru Margianto: Kami Menjaga Jurnalisme Warisan PK Ojong dan Jakob Oetama

Tentang keikutsertaan dalam pelatihan tersebut, Sekretaris panitia Roy Agusta menjelaskan, jika masih ada yang mau mendaftar, kesempatan masih dibuka sebab setelah sesi pertama, masih banyak materi yang akan diberikan kepada peserta. “Saya juga mau sampaikan bahwa setelah pelatihan nanti, akan ada kesempatan bagi peserta untuk magang di media-media yang tergabung dalam PERWAMKI,” tambah Roy.  (tD/01)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here