881 Mahasiswa Unisri Surakarta Siap Lakukan KKN Daring Selama 40 Hari

53
Kampus Unisri Surajarta. Foto: Felix

Solo, tempusdei.id – Guna mencegah penyebaran virus korona semakin meluas di Kota Surakarta, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, siap menerapkan Kuliah Kerja Nyata Online (daring) bagi mahasiswa/i semester 5 dan 7 yang mengambil mata kuliah KKN pada semester gasal 2020/2021. KKN berlangsung selama 40 hari terhitung 23 Juli sampai 30 Agustus 2020. Sebanyak 881 mahasiswa akan menjalani KKN tersebut.

Pembekalan KKN mengangkat tema “Bali Ndeso” dan telah dibuka secara resmi pada 18/7 oleh Dr. Rispantyo, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Anita Trisiana, S.Pd, M.H selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), dan Ir. Kharis Triyono, M.Si selaku Ketua KKN, melalui webinar yang diikuti 881 peserta.

Kepada tempusdei.id, Selasa (21/7/2020), Ir. Kharis Triyono selaku Ketua KKN Unisri, mengatakan, kegiatan KKN daring ini telah sesuai program kerja (proker) masing-masing mahasiswa untuk membantu kegiatan masyarakat seperti pendampingan, pelatihan, penyuluhan dan lain-lain sesuai kondisi masyarakat setempat. “Salah satu perubahannya adalah KKN yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim), pada KKN saat ini dilakukan secara mandiri (individu). KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LP2M (berbasis desa binaan), saat ini ditentukan sendiri mahasiswa berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) atau dapat memilih lokasi di luar domisili dengan alasan tertentu, misalnya, tidak ada mobilisasi atau pergerakan lokasi yang keluar dari kaidah protokoler di masa pandemi covid-19.” Perubahan model KKN ini tentunya tidak lepas dari kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial yang meminimalisir adanya aktifitas yang melibatkan banyak orang.

Ditanya, apakah dari 6 aspek yang tertulis dalam buku pedoman KKN daring yakni aspek kesehatan, aspek pariwisata, aspek pendidikan, aspek ekonomi, aspek ketahanan pangan dan aspek teknologi akan dilakukan semua oleh peserta KKN, “Satu saja cukup!” tegas Kharis.

BACA JUGA:  "Forum Lembata Memanggil" Kirim Sarana Kesehatan dan Tim Dokter ke Lembata

Dipilih tema “Bali Ndeso”, sambung Kharis, karena mahasiswa-mahasiswi pulang ke rumah (tempat domisili) untuk melakukan KKN. “Karena mahasiswa sudah berada di rumah sejak pandemik covid, kira-kira pertengahan Maret. Harapannya, para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang mereka dapatkan selama serta ikut mencegah penyebaran covid-19,” pesan Kharis, berharap.

Sementara itu, salah satu dosen pembimbing lapangan (DPL) Bambang Hermoyo, S.H, M.H ketika diwawancara media ini lewat jalur WhatsApp, Senin (20/7/2020) mengharapkan kepada seluruh peserta KKN untuk tetap memakai jas almamater UNISRI selama menjalankan KKN dan penelitian di lokasi domisili masing-masing. “Sebaiknya memakai jas almamater untuk menunjukkan jatidiri mahasiswa Unisri, lagi pula apa sih beratnya pakai jas almamater”, kata Bambang retoris. (Felix A)

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here