Pentakosta, Ulang Tahun Gereja dan HUT Katolik Karismatik Keuskupan Agung Jakarta

84
BPK PKK KAJ tetap semangat.
Ulang tahun ke-44 BPK PKK KAJ

Bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta pada 31 Mei 2020, Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Jakarta (BPK PKK KAJ) merayakan HUTnya yang ke-44. Walau HUT kali ini yang datang di saat dunia sedang dilanda pandemik Covid-19 dan karenanya sulit melakukan perayaan, pengurus BPK tetap menggelar Misa HUT.

Misa diadakan di Gedung Shekinah, Lt. 4 dan dirayakan secara konselebrasi oleh tiga orang imam, yakni  Romo Edi Mulyono SJ, Romo Agustinus Handoko, MSC, dan Romo Chris Purba SJ. Umat yang hadir hanya beberapa orang, namun keluarga besar BPK bisa mengikuti Misa tersebut melalui live streaming.

Dalam homilinya, Romo Edi Mulyono SJ mengajak umat untuk tetap bersyukur kepada Tuhan walau dunia sedang dilanda Covid-19. “Dunia memang sedang dilanda virus korona, namun hati kita harus tetap bersyukur dan memuji Tuhan,” kata Romo Edi. Dan rasa syukur itu lanjut Romo Edi selain tampak dalam doa, juga harus tampak dalam aksi solidaritas kepada sesama.”

Di bagian lain kata, Romo Edi, kita semua disempurnakan dalam Roh Kudus yang kita terima dalam Pentakosta. Roh Kudus inilah yang menjadi hukum dalam batin kita, yang memberikan petunjuk bagaimana kita bertindak baik dan benar di dalam kehidupan sehari-hari, juga ketika kita hidup dalam persekutuan-persekutuian, dalam komunitas-komunitas yang tidak lepas dari perbedaan-perbedaan. “Kadang-kadang terjadi konflik, tetapi di dalam Yesus tidak ada jalan buntu, selalu ada penyelesaian bersama seperti yang dialami para rasul ketika berbeda pendapat, mereka mengadakan perbincangan di Yerusalem yang disebut Konsili Yerusalem. Melalui Pentakosta orang bersatu kembali di bawah satu keluarga semesta. Keluarga semesta yang merangkul semua ras dan insan. Ini disebut Gereja Katolik, berarti gereja universal.”

BACA JUGA:  Natal, Gereja katolik Terapkan Protokol Kesehatan Sangat Ketat

Lebih lanjut katanya, Pentakosta bukan hanya pesta yang mengingatkan kita akan datangnya Roh Kudus 50 hari setelah kebangkitan, tetapi juga ulang tahun Gereja. Roh yang menjadi kekuatan penggerak Gereja dan setiap dari kita orang Kristen yang dibaptis. Roh yang Yesus berikan kepada para rasul adalah roh yang sama bekerja di zaman sekarang. “Karenanya, hari ini adalah kesempatan bagi kita untuk mempersembahkan kembali diri kita menjadi orang-orang, anggota Gereja yang aktif dan setia,” ucap Romo Edi.

Menurut mantan Direktur LDD ini, Pentakosta bukan hanya peringatan turunnya Roh Kudus atas para rasul dan Bunda Perawan Maria, tetapi juga membawa misi, perutusan untuk kita masing-masing dan kita sebagai persekutuan.

Pentakosta juga membawa rahmat pengampunan. “Setelah Tuhan mengembusi para rasul, Dia berkata kepada mereka, terimalah Roh Kudus. Jika kamu mengampuni doa, dosa itu diampuni. Jika kamu menyatakan dosa itu tetap ada, dosa itu tetap ada. Kristus datang ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa kita dan dengan cara yang sama, para rasul ditugaskan untuk melakukan hal yang sama. Kitapun diajak untuk ini. Kita pun harus belajar untuk mudah mengampuni.”

Pentakosta juga tentang pelayanan. Melayani Tuhan adalah tujuan Pentakosta. “Ini tidak hanya tentang menjual segala yang kita miliki dan membagikannya kepada orang miskin seperti yang dimintakan Yesus kepada orang muda yang kaya dan dipraktikkan oleh Santo Fransiskus Asisi, tetapi juga untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Santo Fransiskus Asisi, ia pergi memberitakan kabar baik sambil meminta-minta.”

Lanjut Romo Edi, di masa pandemik ini banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. “Hari ini kita minta kepada Roh Kudus untuk menyalakan kembali dalam diri kita semangat baru dan antusiame api cinta Tuhan. Kalau kita hidup dalam Tuhan, kita hidup dengan semangat entah mendapat tugas semacam apa pun, tetap semangat. Itulah ciri orang yang dikaruniai Roh Kudus,” pungkas Romo Vikep ini.

BACA JUGA:  Yohanes Bayu Samudro Ibarat Musa, Harus Mampu Membawa Umat Katolik Menuju "Tanah Terjanji"

Saluran Rahmat dalam Gereja

HUT ke-44 hanya dihadiri bberapa pengurus, tapi tetap semangat.

Ke depan seperti dikatakan Romo Chris Purba SJ selalu moderator BPK KAJ PKK kepada tempusdei.id, PKK diharapkan semakin menjadi “a current grace in the Church, for the Church, for the world.” PKK diharapkan tetap dan bahkan semakin bersemangat meniupkan pembaruan.

Waktu Vigili Pentakosta 30 Mei 2020 jelas Romo Chris, Sri Paus Fransiskus memberi renungan kepada keluarga besar PKK. Saat itu Sri Paus mengutip doa yang dipakai Paus Yohanes XXII ketika membuka Konsili Vatikan II. Doa itu begini: Perbaruilah keajaiban keajaibanMu pada hari ini, sebagaimana halnya dengan sebuah  Pentokosta baru. Berikanlah kepada GerejaMu, agar dengan bersatu hati dan bertekun dalam doa bersama Maria, Bunda Yesus, dan mengikuti pimpinan Petrus yang terberkati, Gereja mampu mempercepat kerajaan Penyelamat Ilahi kami, kerajaan kebenaran dan keadilan, kerajaan kasih dan kedamaian. Amin.

Jadi harapannya juga agar PKK semakin membawa keajaiban-keajaiban Tuhan dalam mewujudkan kerajaan kebenaran dan keadilan, kerajaan kasih dan kedamaian.

Romo Chris mendorong dan berharap, keluarga PKK tetap memelihara api dan semangat pembaruan dan berkomunitas tetap menyala. “Selama pandemik, kita tidak bisa bersekutu seperti biasanya, secara konvensional. Bagaimana pun suatu encounter fisik menjadi bagian dari suatu PD. Memang ada PD yang berusaha menggunakan teknologi Zoom. Tapi saya melihat dan merasakan bahwa rohnya tidaklah sedahsyat seperti perjumpaan langsung dalam sebuah PD,” ujar Romo Chris.

Lalu, apa yang PD-PD lakukan? “Selain beberapa PD mengadakan PD Online dengan Zoom, untuk memelihara roh persekutuan ini, kami dari BPK mencoba meminta para pewarta kita membuat suatu renungan singkat yang direkam dalam sebuah video. Karena hampir semua anggota PKK akrab dengan WA, maka kami kirimkan renungan itu secara regular dua kali seminggu ke kordinator PD untuk diteruskan kepada teman-teman lewat WAG. Kami beri nama program itu From BPK with Love.”

Romo Chris juga bersyukur bahwa orang-orang muda mengadakan Seminar dan Online Conferece: Seminar Luka Penyembuhan Batin dan “Pentacost Online Conference.” “Puji Tuhan, animonya cukup besar. Bahkan teman-teman PKK di luar Jakarta, merasa terberkati, karena bisa bergabung dan mengikuti seminar ini”.

BACA JUGA:  Romo Eko “Kocak” Wahyu OSC: Seorang Single Mom Harus Bangun Identitas Diri

BPK juga aktif menggalang dana untuk membantu karya VikEp Kategorial dan para anggota dan pewarta purna waktu yang kesulitan akibat pandemi. Ada juga baksos ke beberapa paroki.

Sementara itu Kordinator BPK PKK KAJ Vinsen Chandra kepada tempusdei.id berharap, dengan semangat ulang tahun dan oleh karena digerakkan Roh Kudus, semua orang makin terbuka dan rendah hati menerima Kasih Allah dan pengampunan Tuhan dan semakin tergantung pada Allah.

Dan untuk tim PDPKK Vinsen berharap, semangatnya semakin berkobar dalam pelayanan untuk membawa kasih Allah kepada sesama. “Tantangan terbesar kita saat ini adalah menjaga api kesetiaan dan tetap percaya kepada kuasa Tuhan. Tetap melakukan doa pribadi dan membaca Firman Tuhan serta persekutuan on line dan pelayanan bagi yang kekurangan,” harap Vinsen. (tD)

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here