Wartawan Kristen Berbagi Kasih di Tengah Pandemi

99
Para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI
Wartawan PERWAMKI berbagi

Untuk mengambil bagian secara konkret dalam meringankan beban hidup masyarakat akibat merebaknya virus korona, Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) menyalurkan bantuan kepada Komunitas Anak Maria Immaculatta, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Bantuan yang diberikan berupa  bahan makanan dasar (sembako), susu anak dalam kemasan, susu dan makanan bayi, masker kain, masker bayi, hand sanitizer, sabun dan Vitamin C. Ada juga kebutuhan perlengkapan perawatan bayi, seperti popok, minyak telon, tisu basah, dan sabun bayi.

Ketua Umum Pengurus Pusat PERWAMKI, Stevano Margianto mengatakan, aksi peduli ini selain sebagai wujud membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi virus korona, juga sebagai wujud kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. “Kita (PERWAMKI) sudah lama merencanakan aksi sosial ini. Kita berusaha ‘menjangkau yang tak terjangkau’, karena itu kita sampai di panti ini,” ucap Margianto.

Berbagi di Panti Maria Immaculata, Bekasi

Menurut Margianto, aksi peduli ini murni hasil swadaya para wartawan yang tergabung dalam PERWAMKI tanpa bantuan dari pihak mana pun. “Semua orang tahulah keterbatasan wartawan, apalagi wartawan media kristiani. Tetapi kita masih mau memberi dari keterbatasan pendapatan kita karena dilandasi Kasih Kristus,” terangnya.

Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculatta menampung 53 Anak, mulai dari usia bayi hingga remaja. Panti ini dikelola oleh 12 orang pengurus. “Yang kita lihat, mereka ini sangat membutuhkan dukungan kita di masa pandemi Covid-19 ini,” kata koordinator Aksi Peduli Covid-19 PERWAMKI, Deddy Poltak Tambun.

Usai aksi peduli Covid-19 itu, Sekum PERWAMKI, Agus R Panjaitan menyampaikan terima kasih kepada setiap wartawan yang memberikan donasinya untuk kegiatan ini.  “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang mau bergotong-royong (urunan) dana untuk aksi peduli ini. Terima kasih yang tak terhingga karena saya tahu anda memberi bukan dari kelebihan anda tetapi dari keterbatasan anda,” ungkapnya.

BACA JUGA:  SETARA INSTITUTE, Bom Makassar: Protokol Penanganan Ekstremisme-Kekerasan Tidak Boleh Kendor

Agus meyakini, apa yang dilakukan para wartawan di Perwamki murni dilandaskan kasih ingin berbagi. Pasalnya, guna terlaksana aksi peduli ini tanpa bantuan materil atau kerja sama dari pihak mana pun. “Sengaja kita tidak minta bantuan (proposal) dari pihak luar, apalagi ada agenda kepentingan pribadi atau media tertentu, karena kita sedang menguji ketulusan dan kasih kita kepada sesama di tengah keterbatasan kita sebagai wartawan,” terangnya.

Kecelakaan Dahsyat Merebut Tangan Yulia

Yulia, pendiri panti

Yuliana E.T. Rahail pemilik Panti Asuhan Imaculata kepada TEMPUSDEI.ID dalam kesempatan yang berbeda, mengaku mendirikan panti sebagai pemenuhan janjinya kepada Tuhan atas mukjizat padanya.

Jelasnya, pada 11 Februari 1994, ia mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas toll Cibubur – Jagorawi yang menyebabkan tangan kirinya putus di tempat. Kecelakaan itu nyaris merenggut nyawanya. Penderitaannya tidak selesai hanya dengan kehilangan tangan. Tulang ekor dan tulang punggungnya ternyata patah, kedua kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Dokter ahli syaraf dan tulang yang menanganinya memvonis bahwa dia akan  lumpuh total.

Atas pertolongan Tuhan, Yulia kemudian bisa sembuh. Dia pun menggenapi janjinya mendirikan dan mengelola panti tersebut hingga hari ini. “Pertolongan Tuhan selalu ada. Tuhan tidak akan membiarkan kami mati. Tuhan selalu menolong,” ujarnya penuh syukur. (tD)

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here