
JAKARTA – Prestasi perusahaan bukan semata-mata soal angka pertumbuhan dan kualitas produk. Di baliknya, ada kesungguhan setiap pribadi dalam bekerja, mengembangkan talenta, dan memberikan performa terbaik.
Prinsip inilah yang terus ditekankan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, kepada seluruh insan perusahaan.
Bagi Irwan, bekerja dengan sungguh-sungguh merupakan bentuk pertanggungjawaban atas talenta yang dimiliki setiap orang.
Ketika talenta-talenta itu dihimpun dan bekerja sama di bawah payung Sido Muncul, setiap pribadi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.
Semangat tersebut sejalan dengan pencapaian terbaru Sido Muncul yang terpilih sebagai salah satu Top 50 emiten dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026. Perusahaan ini juga meraih penghargaan kategori Best Non-Financial Sector untuk kelompok perusahaan berkapitalisasi pasar menengah (MidCap PLCs).
Penghargaan yang diselenggarakan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) itu berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (12/10/2026).
Mengusung tema Strengthening Market Confidence through Governance Excellence, ajang ini menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik untuk memperkuat ketahanan bisnis, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan menjaga kepercayaan pasar.
Dalam penilaian tahun ini, IICD menggunakan metodologi ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). Sebanyak 35 emiten menerima penghargaan, terdiri atas 20 perusahaan berkapitalisasi pasar besar dan 15 perusahaan berkapitalisasi pasar menengah.
Sementara itu, daftar Top 50 memberikan pengakuan kepada emiten-emiten yang dinilai memiliki kualitas tata kelola unggul.
Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, menyambut penghargaan tersebut dengan rasa syukur. Menurut dia, pengakuan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperbaiki kualitas tata kelola dan meningkatkan kinerja.
“Perusahaan tidak cukup hanya memiliki produk yang berkualitas dan kinerja bisnis yang baik, tetapi juga harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab,” ujar Maria.
Bagi Sido Muncul, tata kelola bukan sekadar pemenuhan standar atau kebutuhan untuk memperoleh pengakuan eksternal. Prinsip tersebut harus hadir dalam keputusan dan kegiatan operasional sehari-hari.
Dengan demikian, kesungguhan bekerja tidak berhenti pada pencapaian target, tetapi juga tercermin dalam cara perusahaan menjalankan tanggung jawabnya.
Komitmen itu berjalan beriringan dengan strategi pengembangan bisnis. Sido Muncul terus memperkuat produk unggulan seperti Tolak Angin dan Kuku Bima, mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar, serta memperluas peluang ekspor untuk memperkenalkan produk herbal Indonesia ke pasar internasional.
Perusahaan juga menjalankan berbagai upaya keberlanjutan melalui efisiensi energi dan air, pengurangan emisi, pemanfaatan energi terbarukan, serta kemitraan dengan petani pemasok bahan baku.
Maria berharap Sido Muncul dapat terus tumbuh secara sehat, menjaga kepercayaan masyarakat dan investor, serta memberi manfaat dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kinerja perusahaan dibangun melalui perpaduan kualitas tata kelola, tanggung jawab, dan kontribusi setiap orang.
Sejalan dengan pesan Irwan Hidayat, kesungguhan dalam bekerja merupakan cara setiap pribadi mempertanggungjawabkan talenta yang dipercayakan kepadanya sekaligus mendorong Sido Muncul mencapai performa terbaik. (tD)

