
BOGOR— Yayasan TOP (Tangan Orang Peduli) memanfaatkan kegiatan olahraga tenis dan padel sebagai sarana penggalangan dana sosial untuk membantu masyarakat, termasuk mendukung program operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis bersama Sido Muncul dan RS Permata Jonggol.
Perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, mengatakan sebagian dana bantuan berasal dari penyelenggaraan Tolak Angin X TOP Tennis and Padel Tournament 2026 di Surabaya. Turnamen tersebut rutin digelar komunitas tenis sebagai ajang olahraga sekaligus kegiatan amal.
“Kami dari komunitas tenis di Surabaya rutin mengadakan turnamen, lalu hasilnya digunakan untuk kegiatan charity,” ujar Maya.
Yayasan TOP sendiri lahir dari komunitas pecinta olahraga raket di Surabaya dengan tujuan menjadikan olahraga sebagai media membangun solidaritas sosial.
Selain mendukung perkembangan olahraga padel di Indonesia, yayasan ini juga aktif menjalankan berbagai program sosial seperti penyediaan akses air bersih, pemberian beasiswa pendidikan, renovasi panti asuhan, hingga bantuan kemanusiaan.
Kolaborasi operasi bibir sumbing bersama Sido Muncul dan RS Permata Jonggol menjadi kerja sama pertama antara TOP dan perusahaan jamu nasional tersebut.
Maya berharap semangat berbagi yang dijalankan Sido Muncul dapat menginspirasi TOP untuk terus memperluas kegiatan sosial di masa mendatang.
RS Permata Jonggol Terapkan Screening
RS Permata Jonggol menyiapkan tim dokter spesialis dan tahapan screening kesehatan ketat dalam pelaksanaan program operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis yang digelar bersama Sido Muncul dan Yayasan TOP.
Direktur RS Permata Jonggol, Sri Handayani, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut bukan hanya menghadirkan tindakan medis, tetapi juga harapan baru bagi anak-anak penderita bibir sumbing dan keluarganya.
“Ini bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga awal perjalanan baru yang lebih baik bagi anak-anak yang kita cintai,” kata Sri Handayani.
Ia menjelaskan, setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum operasi dilakukan. Screening dilakukan oleh dokter spesialis anak untuk memastikan kondisi pasien sehat dan aman menjalani tindakan operasi.
Tim medis yang dilibatkan terdiri atas dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis anak, dan dokter anestesi. Operasi hanya dapat dilakukan jika pasien lolos pemeriksaan kesehatan dan tidak memiliki kondisi seperti demam, batuk, pilek, maupun penyakit bawaan tertentu.
RS Permata Jonggol juga menetapkan syarat usia dan berat badan minimum bagi pasien. Untuk operasi bibir sumbing, pasien minimal berusia tiga bulan dengan berat badan lima kilogram. Sementara operasi langit-langit mulut diperuntukkan bagi pasien minimal berusia satu tahun dengan berat badan sekitar delapan hingga sembilan kilogram.
Program operasi gratis ini masih dibuka hingga Oktober 2026 untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Harapan Orang Tua

Program operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis yang digelar Sido Muncul bersama Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol membawa harapan baru bagi keluarga pasien dari kalangan kurang mampu.
Salah satunya dirasakan Novianti, ibu dari Maher, bayi berusia sembilan bulan yang lahir dengan kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut. Novianti mengaku bersyukur karena program tersebut membantu meringankan beban biaya operasi yang sebelumnya sulit dijangkau keluarganya.
“Kalau tidak ada program seperti ini, belum tentu kami bisa melakukan operasi untuk anak kami,” ujarnya.
Menurut Novianti, kondisi sang anak membuat keluarga harus memberikan perhatian ekstra, terutama saat memberi susu dan makanan. Ia berharap operasi tersebut dapat membuat anaknya tumbuh lebih percaya diri seperti anak-anak lainnya.
Hal serupa disampaikan Haris Hidayat, seorang pedagang gorengan yang anaknya mengalami gangguan berbicara dan kesulitan makan akibat celah langit-langit mulut.
“Kalau bicara suaranya masih kurang jelas. Kalau makan kadang keluar dari hidung,” kata Haris.
Ia berharap operasi yang dijalani anaknya dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa minder akibat sering diejek teman-temannya. Haris mengaku terharu ketika anaknya menangis sambil memeluk ibunya setelah mendengar kabar adanya operasi gratis.
Program operasi bibir sumbing gratis ini telah dijalankan Sido Muncul sejak 2018 dan hingga kini sudah membantu 774 pasien di berbagai daerah Indonesia. (tD)

