Wed. May 20th, 2026

Setia Berjalan Bersama Tuhan: Satu Dekade PDPKK Santa Clara Menjadi Cahaya Kecil di Tengah Kota Bekasi

Pertiwi Irawati, Koodinator PDPKK Santa Clara

KOTA BEKASI – Di bawah langit malam Bekasi yang dipenuhi cahaya lampu kendaraan dan deru mesin yang nyaris tak pernah berhenti, hamparan sawah hijau di sekitar Gedung Karya Pastoral Santa Clara menghadirkan suasana yang berbeda.

Semilir angin malam membawa kesejukan di tengah hangatnya udara kota. Di tempat itulah, Sabtu malam, 17 Mei 2026, Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik (PDPKK) Santa Clara merayakan satu dekade perjalanan iman mereka.

Yovita Henni

Perayaan syukur diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Pastor Paroki, Pastor Kaprilius Sitepu OFM Cap, di Gereja Santa Clara. Setelah misa, suasana hangat berlanjut di Gedung Karya Pastoral. Para anggota dan undangan larut dalam pujian dan penyembahan, nyanyian sukacita, tarian bersama, makan malam, hingga pembagian door prize yang semakin memeriahkan malam itu.

Namun di balik suasana penuh kegembiraan tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak ringan. Yovita Henny, salah satu senior sekaligus mantan Koordinator PDPKK Santa Clara, mengenang masa-masa awal ketika jumlah umat yang terlibat masih sangat sedikit. Tidak mudah mempertahankan semangat pelayanan di tengah keterbatasan dan tantangan yang datang silih berganti.

“Kalau melihat perkembangan sekarang, rasanya sangat bersyukur. Tuhan benar-benar membimbing perjalanan kami,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Menurut Henny, justru melalui kesulitan itu para anggota belajar untuk tidak menyerah dan semakin percaya pada penyertaan Tuhan. Kesetiaan dalam melayani perlahan membuahkan pertumbuhan yang kini dapat dirasakan bersama.

Hal serupa dirasakan Koordinator PDPKK Santa Clara saat ini, Irawati. Bagi perempuan yang akrab disapa Ira itu, persekutuan doa bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk bertumbuh dalam iman dan memperluas pemahaman sebagai seorang Katolik.

“Di dalam PD ada banyak lagu pujian dan penyembahan yang memuliakan Tuhan. Ada pewartaan, kesaksian hidup, dan terutama kesempatan untuk saling mendoakan,” katanya.

Berbagi berkat melalui door prize

Menurut Ira, banyak anggota mengalami pembaruan hidup melalui doa-doa syafaat dan kebersamaan dalam komunitas. Persekutuan doa menjadi tempat orang-orang saling menguatkan, menemukan harapan, dan merasakan kasih Tuhan secara nyata.

Semangat pelayanan itu tidak berhenti di internal komunitas. PDPKK Santa Clara juga hadir di tengah umat yang mengalami kesulitan, terutama mereka yang sakit.

Para anggota rutin melakukan kunjungan ke rumah-rumah umat untuk mendoakan, menghibur, bahkan sesekali berbagi bantuan sembako bagi keluarga yang membutuhkan. Bagi mereka, pelayanan adalah wujud nyata menjadi “perpanjangan tangan dan hati Gereja”.

Ke depan, PDPKK Santa Clara ingin memperluas jangkauan pelayanan. Tahun mendatang, komunitas ini berencana mengadakan Kebangunan Rohani Katolik agar semakin banyak orang mengalami kasih Tuhan.

Selain itu, mereka juga ingin bersinergi dengan kelompok kategorial lain, seperti Seksi Kerasulan Keluarga, untuk menyelenggarakan Retret Keluarga sebagai upaya menguatkan keluarga-keluarga Katolik menghadapi tantangan zaman.

Paduan Suara PDPKK setia melayani.

Pengalaman bertumbuh dalam iman melalui persekutuan doa juga dirasakan Tony Aminuddin, anggota Persekutuan Doa Santo Albertus Harapan Indah. Menurutnya, berbagai program dan pertemuan doa rutin membuat para anggota tidak hanya disegarkan secara rohani, tetapi juga diperkaya wawasan imannya.

Dukungan terhadap perkembangan PDPKK Santa Clara datang pula dari Dewan Paroki Harian Gereja Santa Clara. Agustinus Tedjo menilai komunitas ini menunjukkan pertumbuhan yang positif dan diharapkan terus bersinergi dengan paroki maupun kelompok kategorial lainnya dalam pelayanan Gereja.

Meski demikian, bagi Ira, tantangan pelayanan tidak pertama-tama dilihat dari luar. Ia justru mengajak para pengurus dan anggota untuk terus membenahi diri: melayani dengan tulus, rendah hati, dan setia.

Sejak hadir dan berziarah di Bumi Patriot Bekasi, PDPKK Santa Clara telah melewati berbagai dinamika kehidupan: sukacita, harapan, pergumulan, hingga kecemasan. Namun bagi komunitas ini, setiap pengalaman tidak sekadar menjadi catatan perjalanan, melainkan rahmat yang menempa dan menguatkan semangat pelayanan mereka.

Malam itu, di antara nyanyian pujian dan tawa kebersamaan, satu dekade perjalanan PDPKK Santa Clara terasa bukan hanya tentang usia sebuah komunitas. Ia adalah kisah tentang orang-orang biasa yang memilih tetap berjalan bersama Tuhan, saling menguatkan, dan menjadi cahaya bagi sesama di tengah hiruk-pikuk Kota Bekasi. (tD)

Related Post