Thu. Apr 2nd, 2026

Misa Krisma di Chicago: Kardinal Cupich Serukan Imam Jadi “Sakramen Perdamaian”

Imam - Sakramen Perdamaian

Kardinal Blase Cupich memimpin Misa Krisma di Katedral Nama Suci, Chicago, 31 Maret. Ia menyoroti misi Gereja di dunia yang terluka.

Ia menegaskan, pemberkatan minyak suci adalah tindakan bersama seluruh Gereja. Semua umat dipanggil bergerak maju dengan semangat baru.

Kepada para imam, ia mengingatkan panggilan dasar mereka. Ia mengutip sabda Kristus tentang kabar gembira bagi orang miskin dan pembebasan bagi yang tertindas.

Kardinal Cupich menggambarkan dunia yang penuh luka. Ia menyinggung korban perang dan polarisasi akibat nasionalisme sempit.

Dalam situasi itu, imam dipanggil menjadi “sakramen perdamaian.” Mereka harus menolak balas dendam. Mereka harus mewartakan Kristus sebagai sumber damai.

Mengutip Paus Fransiskus, ia menegaskan Yesus adalah Raja Damai. Yesus tidak dapat dipakai untuk membenarkan perang.

Ia juga mengingatkan agar pelayanan tidak dipengaruhi politik partisan. Gereja harus berbicara dan bertindak secara manusiawi dan jernih.

Kardinal Cupich lalu menjelaskan makna tiga minyak suci. Minyak Orang Sakit mengajak Gereja hadir dan mendampingi. Gereja harus menjadi “rumah sakit lapangan.”

Minyak Katekumen menegaskan iman sebagai proses. Rahmat bekerja perlahan dan bertahap.

Sementara Minyak Krisma Suci menunjuk pada perubahan batin. Damai sejati lahir dari hati. Bukan dari paksaan, melainkan dari pertobatan. (Vatican News)

Related Post