Fri. Mar 27th, 2026

Dari Dapur Keluarga ke Strategi Global: Transformasi Sido Muncul Menyongsong Generasi Baru

Irwan Hidayat bersama adik-adiknya tetap merawat kekompakan dalam relasi kekeluargaan dan dalam perusahaan.

Di tengah hiruk-pikuk dunia bisnis yang terus berubah, Sido Muncul tetap berdiri dengan satu nilai yang tak tergoyahkan: keluarga.

Bagi Irwan Hidayat, Strategic &  Business Director PT Industri Jamu dan Farmasi
Sido Muncul TBK, perusahaannya bukan sekadar entitas bisnis, melainkan rumah besar yang dibangun di atas persaudaraan.

“Sebagai perusahaan keluarga, maka pondasi utama Sido Muncul adalah spirit keluarga, yakni persaudaraan. Kekompakan dan saling menyayangi adalah modal terpenting kami,” ujarnya suatu waktu.

Nilai itu bukan sekadar slogan. Sejak dirintis oleh Ibu Rahkmat Sulistio pada 1940 di Yogyakarta sebagai industri rumahan, Sido Muncul tumbuh perlahan. Berawal dari toko roti, usaha ini berkembang menjadi perusahaan jamu dan farmasi yang kini dikenal luas di Indonesia.

Perjalanan panjang tersebut kini memasuki babak baru. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tengah menyiapkan fondasi bisnis jangka panjang melalui lima strategi utama.

Langkah tersebut dirancang untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan zaman sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.

Strategi pertama berfokus pada penguatan tata kelola dan transparansi. Irwan menilai, struktur organisasi ke depan akan semakin kompleks karena melibatkan generasi penerus dari berbagai cabang keluarga. Karena itu, aturan yang jelas dan adil menjadi kebutuhan utama.

Langkah kedua adalah meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi. Perusahaan mengandalkan sistem Sido Monitoring Activity Real Time untuk memantau proses pengadaan dan pengelolaan inventori secara langsung. Sistem ini diharapkan mampu menekan kebocoran biaya dan meningkatkan profitabilitas.

Di saat yang sama, Sido Muncul juga memperluas pasar produk suplemen kesehatan sebagai strategi ketiga. Sejak 2017, perusahaan telah menyiapkan puluhan produk food supplement yang disesuaikan dengan regulasi di berbagai negara, membuka peluang ekspansi ke pasar global.

Transformasi digital menjadi strategi keempat. Melalui aplikasi Sido Herbalpedia, perusahaan menghadirkan platform edukasi berbasis riset ilmiah yang membantu masyarakat memahami manfaat suplemen herbal dan memilih produk sesuai kebutuhan.

Tak hanya fokus pada bisnis, Sido Muncul juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat melalui strategi kelima: kampanye menabung saham.

Irwan menilai partisipasi masyarakat Indonesia di pasar modal masih rendah dan perlu ditingkatkan agar investasi menjadi kebiasaan jangka panjang, bukan sekadar spekulasi.

Di balik berbagai langkah strategis tersebut, ada agenda besar yang tengah disiapkan: pergantian kepemimpinan.

Irwan Hidayat, yang mewarisi perusahaan pada 1972 bersama saudara-saudaranya, berpeluang kembali menjabat sebagai Direktur Utama jika disetujui dalam RUPS pada 9 April 2026.

Ia menegaskan dirinya akan menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga sebelum estafet diserahkan kepada generasi berikutnya. Bersama keluarga, ia berkomitmen mempersiapkan perusahaan sebaik mungkin dalam masa transisi ini.

“Kami berlima selama setahun ini akan mempersiapkan SIDO sebaik mungkin untuk menyerahkan kepada generasi penerus,” katanya.

Di pasar, saham SIDO tercatat stagnan di level Rp515 pada perdagangan Kamis sore. Dalam sebulan terakhir, saham ini mengalami penurunan 4,63 persen dan melemah 3,74 persen dalam enam bulan terakhir.

Namun bagi Sido Muncul, perjalanan tidak hanya diukur dari pergerakan saham. Lebih dari itu, perusahaan ini tengah menata masa depan—menjaga warisan keluarga sambil menyiapkan generasi baru untuk melanjutkan cerita panjang yang telah dimulai sejak lebih dari delapan dekade lalu. (tD)

Related Post