Sun. Aug 31st, 2025

Ketua Umum Patria Desak Prabowo Subianto Berpikir Cepat dan Ambil Langkah Strategis

Ketua DPP Patria Gustaf Tamo Mbapa.

JAKARTA-Mencermati situasi di masyarakat yang kian memanas akibat beban hidup masyarakat yang semakin berat di tengah gaya hidup para elite yang makin gemerlap, kata-kata sejumlah pejabat publik yang melukai hati rakyat, Ketum DPP Patria Perkumpulan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia atau Patria, Gustaf Tamo Mbapa mendesak Presiden Subianto dan DPR RI mengambil sejumlah langkah strategis.

”Tidak bisa tidak, Presiden dan DPR RI harus berpikir cepat untuk menenangkan situasi dan menyelamatkan Indonesia dari kekacauan yang lebih hebat,” tegas pria asal Sumba, NTT itu kepada media ini pada 31/8.

Gustaf menilai, situasi memprihatinkan makin meluas, menciptakan keresahan dan memakan korban di tengah-tengah masyarakat.

”Situasi ini seharusnya menyadarkan para pengambil keputusan dalam memutuskan sesuatu agar lebih berhati-hati dan melakukan pertimbangan konprehensif. Juga mengajari kita, terutama pejabat publik untuk menjaga mulut, jangan asal bicara,” tegas mantan Ketua Umum Pemuda Katolik ini.

Dalam pers releasenya, Gustaf meminta enam hal, yakni pertama pembatalan kenaikan tunjangan Anggota DPR RI dan memberikan sanksi berat kepada anggota DPR RI yang melecehkan rakyat.

Kedua, agar RUU Perampasan Aset segera disahkan untuk memenuhi rasa keadilan rakyat.

Ketiga, agar pemerintah membatalkan kebijakan menaikkan pajak apa pun, untuk melindungi rakyat dari beban hidup yang makin berat.

Keempat, agar pemerintah segera menurunkan  harga bahan pokok, terutama beras.

Kelima, meminta para pejabat publik untuk berhenti melakukan tindakan korupsi, dan tidak melukai hati rakyat.

Pada poin keenam, Gustaf meminta seluruh rakyat dan mahasiswa untuk tetap menjaga persatuan, perdamaian dan persaudaraan sejati.

”Persatuan kita sebagai saudara, sesama rakyat, sangat berharga untuk kita jaga. Murnikan motivasi, jangan saling melukai,” pungkas alumnus ilmu Sosial Politik Universitas Nusa Cendana, Kupang itu. (tD/Lap/*)

Related Post