Berpikir Kritis Berarti Berefleksi

237
Tuan Kopong

Oleh Tuan Kopong MSF, Dari Manila Philipina

Kebebasan yang dilindungi UU adalah kebebasan yang juga ikut menjamin dan menjaga kebebasan dan hak orang lain untuk mengalami kedamaian dan persaudaraan.

Artinya, kebebasan personal tidak menghambat dan merusak kebebasan dan hak orang lain untuk hidup dalam perdamaian.”\

Semua orang membutuhkan kritikan dan juga merasa perlu untuk mengkritik karena itu adalah bagian dari pertanggungjawaban moral kita untuk kebaikan bersama.

Kritikan adalah sikap dan tindakan positif untuk membangun sebuah perubahan yang lebih baik dari yang belum atau tidak baik.

Namun, di sisi lain kritikan adalah sebuah kebajikan yang sejatinya mulai dari diri kita sendiri karena tutur kata dan tindakan sebagai ekspresi dari kritikan tersebut mencerminkan siapa kita.

Singkatnya, kritikan harus dimulai dengan keberanian mengevaluasi diri sendiri, mengevaluasi tutur kata dan tindakan sendiri apakah memenuhi standard nilai-nilai moral dan etika atau tidak?

Kita begitu menggebu-gebu membicarakan moral dan etika orang lain, namun moral dan etika kita sendiri jauh dari standard nilai moral dan etika itu sendiri.

Kritikan menjadi juga sebuah kebajikan ketika kita sendiri siap menerima kritikan orang lain tanpa beralibi dengan argumentasi untuk membela diri yang dalam bahasa lain adalah “ngeles.”

Artinya, ketika kita dikritik karena ucapan dan tindakan kita tidak memenuhi standard nilai moral dan etika, maka sikap yang paling terhormat adalah mengakui kekeliruan dan meminta maaf. Mengakui kekeliruan dan meminta maaf adalah bagian dari kritik dan evaluasi terhadap diri sendiri.

Dengan demikian, kritikan adalah sebuah refleksi yang lahir dari sebuah kenyataan hidup yang dijalani dan juga menjadi refleksi bagi mereka yang kita kritik. Kritikan yang lahir dari sebuah permenungan atau refleksi selalu melahirkan ide dan gagasan yang kritis dan cerdas tanpa umpatan dan hinaan.

Sebaliknya kritikan yang lahir dari sebuah kegagalan berfeleksi dan hanya menggunakan perasaan suka dan tidak suka akan melahirkan ide dan gagasan yang penuh dengan hinaan dan hujatan. Artinya, ini kritis yang tidak cerdas.

Banyak pihak, setelah melakukan kritikan yang di dalamnya mengandung kata-kata penghinaan selalu menjadikan kebebasan yang dilindungi UUD 45 sebagai perisai untuk membela diri.

Namun, orang yang sama tidak sadar bahwa kebebasan sejati adalah kebebasan yang lahir dari sebuah disposisi batin atau proses discernment (pembedaan roh) yang baik yang bukan hanya mengeluarkan kata-kata dan bahasa untuk kelihatan pintar dan hebat.

Yang paling penting dan utama adalah pemilihan kata dan kalimat yang baik dan benar sehingga melahirkan kedamaian dan bukan menimbulkan gejolak dan pertentangan.

Sebuah kritikan atas nama kebebasan yang dilindungi UU, namun pada gilirannya melahirkan gejolak, pertentangan dan perlawanan, artinya kritikan itu sendiri tidak menjamin kebebasan orang lain untuk mengalami kedamaian dan persatuan.

Dengan kata lain, kritikan tidak lagi menjadi sebuah suara perubahan ke arah yang lebih baik melainkan hanya menjadi jalan perlawanan, hasutan dan provokasi.

Kebebasan yang dilindungi oleh UU dalam melakukan apa pun termasuk melakukan kritikan tidak berarti kita bebas melakukan dan mengatakan apa pun sesuka hati kita.

Kebebasan yang dilindungi UU adalah kebebasan yang juga ikut menjamin dan menjaga kebebasan dan hak orang lain untuk mengalami kedamaian dan persaudaraan.

Artinya, kebebasan personal tidak menghambat dan merusak kebebasan dan hak orang lain untuk hidup dalam perdamaian.

Refleksikan Kehidupan

Socrates mengatakan, “Hidup yang tidak pernah direfleksikan adalah hidup yang tidak pantas untuk dijalani.”

Artinya, seorang kritikus sejati adalah yang mampu merefleksikan diri dan kehidupan pribadinya untuk menjadi cerminan bagi orang lain.

Seorang kritikus sejati adalah yang selalu merefleksikan kehidupannya dan bukan sekadar menghujat dan menghina kehidupan dan pribadi orang lain.

Jika dia tidak mampu merefleksikan kehidupannya dan hanya menghujat pribadi dan kehidupan orang lain, sejatinya dia sedang menunjukkan kehidupan dan pribadinya yang sedang bermasalah dengan dirinya sendiri.

Manila, 02 Agustus 2023